Kegiatan belajar mengajar sebelum Corona . Ilustrasi / net

Oleh : Sulaidi, S.Pd.I

Revolusi Industri merupakan konsep yang diperkenalkan oleh ekonomi Jerman, Profesor Klaus Schwab dalam bukunya berjudul “The Fourth Industrial Revolution”. Ekonom Jerman ini menjelaskan rincian revolusi industri yang dimulai saat meletusnya revolusi industri di Prancis pada abad ke – 18. Revolusi adalah perubahan besar-besaran manusia dalam memproduksi barang yang mengubah cara kerja manusia.

Empat tahapan revolusi yang dimulai abad ke 18, abad ke 20 dan awal tahun 1970 dengan ditemukannya komputer dan kini sudah masuk tahapan keempat tahun 2018 yang ditandai dengan system cyber-phycical. Dimana proses industry telah menyentuh dunia virtual, berbentuk konektivitas manusia, mesin dan data.

Perlahan kita telah masuk dalam era revolusi Industri 4.0 dimana kecanggihan teknologi berkembang pesat. Zaman era digital dengan segala kemudahan begitu terpampang nyata. Dalam era ini, jika ingin maju harus terus bergerak dan berinovasi, diam berarti mati.

Percepatan revolusi industry telah merambah pada semua lini termasuk lini pendidikan. Dalam revolusi pendidikan 4.0 mengharuskan guru untuk menggunakan metode pembelajaran yang tepat, karena tingkat persaingan semakin tinggi dan ketat.

Untuk menghadapi era 4.0 diperlukan peran pemerintah, khususnya guru adalah perbaikan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM), salah satu caranya adalah dengan mengubah metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini. Dalam metode pembelajaran harus menyiapkan konsep teknologi cyber baik secara fisik maupun tidak kedalam metode pembelajaran.

Guru juga harus dapat membentuk generasi kreatif, inovatif, serta kompetitif. Hal tersebut dapat dicapai dengan mengoptimalkan teknologi sebagai alat bantu pendidikan, yang outputnya menghasilkan SDM yang dapat mengubah zaman menjadi lebih baik, berkualitas dan mampu bersaing dalam teknologi digital. Para pendidik juga sudah harus menyadari untuk mulai meninggalkan proses pembelajaran yang cendrung mengutamakan hafalan, atau sekedar menemukan jawaban benar atau salah. Perlu proses untuk melatih pemikiran para siswa menjadi generasi visioner hal ini bertujuan untuk menghadapi perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan.

BACA JUGA  Beda ”Politisi” dan ”Politikus”

Idealnya konsep pembelajaran guru 4.0 adalah guru maupun siswa harus menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK) agar murid tidak ketinggalan informasi dan literisasi. Namun kenyataan yang ada di lapangan dengan minimnya akses informasi dan transportasi menyebabkan para siswa SMPN 1 Nangak Anambas kurang menguasai teknologi karena minimnya fasilitas berupa pengadaan komputerisasi dan internet yang belum memadai di sekolah.

Para guru masih menggunakan metode pembelajaran terdahulu, jika keadaan seperti ini terus berlanjut, maka kemampuan dan kreativitas siswa akan semakin tertinggal dan sulit untuk bersaing.

Oleh sebab itu Saya selaku kepala sekolah SMPN 1 Nangak Siantan Tengah Kabupetan Anambas, sangat berharap adanya peran pemerintah untuk menyediakan sarana dan fasilitas penunjang pendidikan agar putra-putri daerah kepualauan Anambas mampu bersaing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here