Puluhan Kapal Pukat Berlabuh di Perairan Padang Melang, Sekretaris HNSI Anambas : Ini Perlu Dipantau.
Kapal pukat (tanda merah) yang berada di perairan sekitar Padang melang

Editor : Slamet

JEMAJA, AnambasPos.com – Puluhan Kapal Pukat Mayang (Purse Seine) ataupun sejenisnya terlihat sedang berlabuh jangkar di sekitar perairan Pantai Padang Melang. Jum’at (08/10/2021).

Keberadaan kapal pukat yang terlihat ramai hingga mencapai jumlah diatas 15 buah seketika itu menjadi pertanyaan para nelayan tradisional yang biasa mencari ikan dan melintasi perairan pantai Padang Melang.

BACA JUGA  Kembali Dari Natuna, 15 Prajurit Koramil Anambas Jalani  Test PCR

Sementara itu, sejumlah kapal pukat yang sedang labuh jangkar tersebut juga dinilai telah melanggar kesepakatan bersama dengan ketentuan kearifan lokal Masyarakat Nelayan Kabupaten Kepulauan Anambas yang telah ditanda tangani oleh instansi pertikal dan Pemerintah Daerah Kepulauan Anambas serta tokoh masyarakat nelayan Anambas.

Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Anambas, Dedi Syaputra, menilai keberadaan kapal pukat yang labuh jangkar di perairan Padang Melang perlu di pantau.

BACA JUGA  12 Tahun Anambas, Warga Teluk Kaut Masih Lintasi Jalan Rusak dan Tidak Bisa Dilalui Ambulan

“Dari hasil kesepakatan bersama yang pernah kita diskusikan pasca aksi demo para Nelayan Anambas beberapa waktu lalu, yang ditanda tangani dalam Surat Pernyataan Bersama (SPB) pada tanggal 16 September 2020 antara pihak Pemda Anambas dan para Nelayan Lokal serta disaksikan oleh Forkopimda Anambas, Kapal Pukat tidak diperbolehkan untuk beroprasi di sekitar perairan Anambas, sedangkan dalam kontek emergency (kemanusiaan) yaitu ABK Meninggal atau sakit, cuaca ekstrim, mereka hanya di perbolehkan untuk berlabuh di sekitar pelabuhan Antang yang berada di Kabupaten Kepulauan Anambas,” sebut Dedi.

Masih kata Dedi, terkait penambahan tempat beberapa titik lokasi labuh jangkar selain Pelabuhan Antang, para nelayan Anambas juga sepakat tentang Penetapan Lokasi Labuh Jangkar disekitar perairan Desa Kiabu dan Kuala Maras agar dapat diteruskan pihak Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan (DP3) Anambas kepada Dinas Kelauatan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau (Provkepri) namun belum ada perkembanganya.

BACA JUGA  Sudah Lah Hilang, Harga si 'Pedas' Pun Melonjak

“Kami para nelayan sepakat tentang adanya usulan penambahan area labuh jangkar di seputar Desa Kiabu dan Kuala Maras untuk diteruskan oleh DP3 Anambas kepada DKP Kepri, namun itu tidak di sekitar perairan pantai Padang Melang atau Desa Batu Berapit,” terang Dedi.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here