Terlihat seorang guru sedang memberikan materi pelajaran kepada murid secara virtual / Daring disaat wabah Corona melanda (Foto : Internet)

Oleh : Darlina, S.Pd.I 

Pengajar

Dusun Air Nangak, adalah bagian dari Desa Teluk Siantan, Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas. Masyarakat diwilayah itu yang mayoritas bekerja sebagai nelayan adalah unik, disamping ada berbagai etnis dengan latar belakang ekonomi nelayan kecil dan petani, tetapi rasa saling peduli dan mendukung untuk kebaikan masih membudaya, sehingga dalam dunia pendidikan juga ikut berdampak positif.

Kebahagiaan terbesar seorang guru adalah saat melihat anak didik tumbuh menjadi pribadi yang baik, bonusnya berprestasi dan sukses menggapai masa depannya dan menjadi generasi penerus bangsa yang diridhoi Allah Taala. Sebab sejatinya seluruh guru di muka bumi mempunyai cita-cita mulia yaitu untuk mencerdaskan manusia agar mengerti kebenaran, kebaikan dan kemandirian, membangun dan menegakkan keadilan, saling membantu dan menasehati.

Dengan terjadinya bencana non alam seperti wabah Corona Virus Disease 2019 atau yang viral disebut dengan nama Covid-19 disaat ini agak menggoncangkan harapan banyak orang, tidak hanya anak-anak, orang tua dan para guru, tetapi hampir semua kalangan. Anak-anak kehilangan kesempatan untuk bermain, kehilangan kesempatan belajar bertatap muka dan bertemu guru disekolah. Kekhawatiran orang tua semakin bertambah selain berkurang pemasukan, penopang asap dapur, bertambah pula tugas mengajarkan anak pelajaran sekolah di rumah.

Sementara para guru juga di buat risau, sejatinya belajar itu tidak hanya transfer ilmu namun juga transfer nilai-nilai adab dan akhlak. Jika belajar hanya transfer ilmu tentu google lebih canggih dan tidak perlu adanya sekolah.Setiap masalah tentu ada solusi, setiap kesulitan pasti dibarengi dengan kemudahan.

Menjadi guru adalah sebuah pilihan hidup dan nantinya akan dipertanggungjawabkan di yaumil hisab. Wabah pademi boleh menghantui penduduk dunia, meluluh lantakkan sistem pengajaran. namun wabah ini tak bisa memadamkan api semangat saya guru untuk tetap mencerdaskan anak bangsa. Saya yang tinggal di daerah 3 T (tertinggal, terpencil, tersisolir) tetap memaksimalkan proses belajar meski tidak tatap muka di sekolah walau hanya beberapa tugas dalam seminggu.

BACA JUGA  Beda ”Politisi” dan ”Politikus”

Kesempatan belajar beberapa tugas dalam seminggu ini, kami gunakan secara maksimal untuk selain memberikan tugas pelajaran juga menyelipkan pesan-pesan moral kepada anak-anak untuk tetap menjadi pribadi baik yang berprestasi walau dalam kondisi yang berat. Ayok, tetap semangat, jangan kendor. ***

Air Nangak, Kep. Anambas,   Agustus 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here