JEMAJA, AnambasPos.com – Sholawat Azraqol dan Gobang, kedua budaya yang tidak asing di kalangan Masyarakat Pulau Jemaja ini, terancam punah. Generasi yang akan datang diyakini tidak lagi mengenal atraksi yang lazim disuguhkan saat hajatan pernikahan berlangsung.
Pasalnya, budaya yang telah ada sejak zaman dahulu itu, saat ini tidak lagi diminati oleh kalangan melenial di Pulau Jemaja. Seharusnya sebagai generasi penerus budaya asli Pulau Jemaja, para melenial hari ini lebih banyak menggeluti budaya tersebut.

Dikenal dengan sebutan Zikir Maulud oleh masyarakat setempat, Shalawat Azraqol ini memiliki arti tentang kisah perjalanan hidup serta do’a – do’a untuk Junjungan Ummat Islam, Nabi Muhammad Saw. Kemudian, disenandungkan oleh 5 hingga 7 orang lansia pada setiap perayaan Maulid Nabi, resepsi pernikahan dan Khataman Al-Quran.
“Lihatlah kami – kami sekarang, yang melantunkan Shalawat Azraqol ini sudah tidak muda lagi. Jika tidak ada generasi yang melanjutkan, pasti untuk masa yang akan datang, shalawat ini akan tinggal cerita saja,” ucap Uzar, salah satu pelantun Shalawat Azraqol yang mengaku sudah 22 tahun berkecimpung, saat ditemui AnambasPos.com, di tempat acara, Jemaja, Sabtu (23/07/2022).
Sementara itu, Nasir sebagai Pelaku Kesenian Gobang, juga mengkhawatirkan akan seni budaya asli milik Masyarakat Pulau Jemaja ini, lenyap di kalangan masyarakat Pulau Jemaja.
“Sejak kecil saya sudah ikut bermain setiap pertunjukan Gobang. Sehingga kesenian warisan leluhur ini, diumpamakan telah mendarah daging dalam diri saya. Namun sayang, setahun sekalipun belum tentu kesenian ini ditampilkan,” keluhnya.