Seba Baduy 2026: Tokoh...

Seba Baduy 2026: Tokoh Adat Ingatkan Pemimpin Berantas Korupsi dan Jaga Alam

Ukuran Teks:

AnambasPos.com, Lebak – Masyarakat Baduy kembali menggelar tradisi tahunan Seba Baduy pada Jumat (24/4/2026). Dalam pertemuan dengan Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya, tokoh adat Jaro Tangungan 12 Saidi Putra menyampaikan pesan penting mengenai pelestarian alam dan pemberantasan korupsi oleh pemimpin.

Seba Baduy merupakan tradisi tahunan masyarakat Baduy untuk bertemu Bupati Lebak dan Gubernur Banten. Perhelatan tahun ini dimulai di Pendopo Bupati Lebak pada Jumat (24/4/2026), sebelum dilanjutkan ke Pendopo Gubernur Banten. Di Pendopo Bupati, warga Baduy bertatap muka langsung dengan Hasbi Asyidiki Jayabaya beserta para tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat Baduy mendesak pemerintah untuk menjaga dan melestarikan alam. Bagi mereka, alam merupakan sumber utama kehidupan yang harus dipertahankan.

Jaro Tangungan 12, Saidi Putra, menegaskan pentingnya penguatan pelestarian alam. "Penetapan penguatan pelestarian khususnya kepada yang cinta kepada alam, kami menitipkan mudah-mudahan yang ada di muka bumi mohon dipikirkan, di pelosok manapun yang disebut larangan, di darat dan di air," kata Saidi, Jumat (24/4/2026).

Pesan Tokoh Adat dalam Seba Baduy: Pemimpin Harus Pintar Berantas Korupsi

Saidi juga menyoroti masalah limbah industri dan rumah tangga yang mencemari aliran sungai. Dia meminta agar sungai-sungai dijaga kebersihannya dari segala jenis limbah. "Air sumber kehidupan, semua membutuhkan air bersih. Limbah-limbah jangan dibuang ke sungai," ujarnya.

Tak hanya itu, Saidi Putra turut melontarkan sebuah pantun berisi pesan tegas bagi para pemimpin. Pantun tersebut menyuarakan pentingnya pemimpin yang cakap dalam memberantas korupsi. "Ke Malingping lewat Cikeper, ke Rangkas beli roti. Jadi pemimpin harus pintar, harus bisa berantas korupsi," ucap Saidi.

Sementara itu, Bupati Lebak Hasbi Jayabaya menyatakan bahwa Seba Baduy bukan sekadar tradisi tahunan biasa. Menurutnya, acara tersebut membawa pesan penting yang harus diaplikasikan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Melalui tradisi Seba Baduy, saya bersama ketua panitia kepala dinas pariwisata memahami bahwa Seba Baduy bukan hanya sekedar seremoni tapi mengajarkan kepada kita betapa pentingnya menjaga alam," kata Hasbi. Ia menambahkan, pesan dari Jaro Saidi, "Gunung jangan dilebur, Lebak jangan dirusak," bermakna ajakan untuk bersama-sama menjaga lingkungan hidup.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan