AnambasPos.com, Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang bayi dianiaya oleh pengasuhnya di Baby Preneur Daycare, Banda Aceh, Aceh, pada Senin (27/4). Pelaku utama berinisial DS (24) telah ditangkap polisi pada Selasa (28/4), sementara DS dan dua pengasuh lain dipecat pihak yayasan.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, peristiwa penganiayaan ini terjadi di Baby Preneur Daycare, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Kejadian berlangsung pada Senin (27/4) sekitar pukul 07.45 WIB. Dalam video tersebut, terlihat empat anak dan dua pengasuh perempuan.
Salah satu anak terlihat menangis saat disuapi makanan. Pelaku beberapa kali mengangkat korban, kemudian membantingnya, serta menarik telinga anak tersebut hingga terjatuh. Pengasuh lainnya yang berada di lokasi hanya menyaksikan aksi pelaku. Anak yang menjadi korban terdengar menangis keras selama penganiayaan.
Ketua Yayasan Baby Preneur Daycare, Husaini, membenarkan pemecatan tiga orang terkait insiden ini. "Tiga orang telah kita pecat satu jam setelah kejadian. Satu pelaku dan dua orang yang berada di lokasi," ujarnya kepada detikSumut.
Menurut Husaini, rekaman CCTV di daycare dapat diakses oleh semua orang tua. Setelah mengetahui penganiayaan, Husaini langsung menurunkan tim untuk mengambil tindakan terhadap pelaku. Husaini juga telah memberitahukan kejadian ini kepada orang tua korban. Pihak yayasan berjanji akan memperketat pengawasan demi mencegah terulangnya insiden serupa.
Kasus penganiayaan bayi ini kini ditangani oleh pihak kepolisian. Pelaku berinisial DS (24) telah diamankan oleh aparat.
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan, tim gabungan telah mengamankan DS. "Tim gabungan Unit IV/PPA dan Tim Rimueng Satreskrim Polresta Banda Aceh dibantu Resmob Subdit III Ditreskrimum Polda Aceh saat ini mengamankan diduga pelaku DS untuk dimintai keterangan," jelas Dizha pada Selasa (28/4).
Menurut Dizha, polisi telah memeriksa enam saksi dari pihak yayasan dan pengasuh anak. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, diketahui penganiayaan terjadi dua kali, yakni pada 22 April dan 27 April. Dizha menambahkan, DS merupakan pengasuh anak di Yayasan BD. "Saat ini kasus tersebut sedang dalam pendalaman penyidik, nanti akan kami berikan penjelasan lanjutan setelah semua keterangan terdatakan," pungkas Dizha.