Cara mencegah hepatitis A dari makanan dan air kotor dimulai dari kebiasaan sederhana: mencuci tangan dengan sabun, menggunakan air yang aman, serta menjaga kebersihan makanan. Namun, kebersihan saja tidak selalu cukup. Vaksinasi juga berperan penting dalam memberikan perlindungan terhadap infeksi ini.
Hepatitis A adalah peradangan hati akibat virus hepatitis A. Penyakit ini biasanya bersifat akut dan tidak menjadi infeksi kronis, tetapi keluhannya dapat berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Pada sebagian orang, terutama penderita penyakit hati sebelumnya, infeksi dapat menjadi berat.
Bagaimana Hepatitis A Menular melalui Makanan dan Air?
Virus hepatitis A menyebar terutama melalui jalur fekal-oral, yaitu ketika virus dari tinja orang yang terinfeksi masuk ke mulut orang lain. Hal ini dapat terjadi melalui air minum, makanan, tangan, atau peralatan yang tercemar.
Contohnya, makanan dapat terkontaminasi ketika penjamah makanan tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet. Sayuran yang dicuci dengan air tercemar dan kerang dari perairan yang terkontaminasi juga berisiko. Makanan dan air yang terlihat jernih atau segar belum tentu bebas virus.
1. Cuci Tangan dengan Sabun pada Waktu yang Tepat
Mencuci tangan membantu memutus rantai penularan. Gunakan sabun dan air bersih mengalir, lalu gosok seluruh permukaan tangan selama setidaknya 20 detik, termasuk sela jari, punggung tangan, dan bagian bawah kuku. Bilas dan keringkan dengan handuk bersih atau tisu.
Biasakan mencuci tangan pada waktu berikut:
- Setelah buang air besar atau menggunakan toilet.
- Setelah mengganti popok atau membantu anak membersihkan diri.
- Sebelum memasak, menyajikan makanan, dan makan.
- Setelah membersihkan toilet atau menangani benda yang terkena tinja.
Hand sanitizer bukan pengganti utama cuci tangan untuk mencegah hepatitis A karena efektivitasnya terhadap virus ini lebih terbatas.
2. Pastikan Air Minum dan Es Batu Aman
Gunakan air dari sumber yang terjamin untuk minum, membuat es, menyikat gigi, mencuci bahan pangan, dan menyiapkan makanan. Saat bepergian ke tempat dengan sanitasi kurang baik, pilih air kemasan dengan segel utuh atau air yang telah diolah secara tepat.
Jika Keamanan Air Diragukan
- Jika air keruh, endapkan terlebih dahulu dan saring dengan kain bersih. Langkah ini belum membuat air aman diminum.
- Panaskan hingga mendidih bergolak, lalu pertahankan selama minimal satu menit. Di ketinggian lebih dari sekitar 2.000 meter, pertahankan selama tiga menit.
- Dinginkan dan simpan dalam wadah bersih yang tertutup agar tidak tercemar kembali.
Perebusan membantu membunuh kuman, tetapi tidak menghilangkan semua bahan kimia berbahaya. Jangan gunakan sumber air yang diduga tercemar limbah kimia. Hindari pula es batu jika asal airnya tidak jelas.
3. Olah Makanan dengan Bersih dan Matang
Keamanan makanan bergantung pada bahan, air, peralatan, dan tangan orang yang mengolahnya. Makanan yang sudah matang pun dapat tercemar kembali jika disentuh tangan kotor atau diletakkan pada permukaan yang terkontaminasi.
- Cuci buah dan sayuran dengan air aman. Jangan menggunakan sabun atau deterjen untuk mencuci bahan pangan.
- Kupas buah sendiri setelah mencuci kulitnya, terutama ketika keamanan makanan di tempat tujuan diragukan.
- Masak makanan hingga matang menyeluruh. Hindari kerang dan tiram mentah atau setengah matang karena dapat membawa virus dari perairan tercemar.
- Pisahkan bahan mentah dan makanan siap santap. Gunakan peralatan terpisah atau cuci dengan baik sebelum dipakai kembali.
- Bersihkan permukaan dapur dan peralatan menggunakan sabun atau deterjen yang sesuai, lalu bilas bila diperlukan.
Pembekuan bukan cara yang dapat diandalkan untuk membunuh virus hepatitis A. Jangan menganggap makanan beku otomatis aman tanpa pengolahan yang tepat.
4. Cermat Memilih Tempat Makan dan Menjaga Sanitasi
Pilih tempat makan yang menyediakan fasilitas cuci tangan, memakai peralatan bersih, melindungi makanan dari kontaminasi, dan menggunakan air aman. Utamakan makanan yang baru dimasak dan disajikan panas. Jika kebersihan air diragukan, hindari salad mentah, buah potong terbuka, serta minuman dengan es yang tidak jelas sumbernya.
Di rumah, gunakan jamban yang layak dan pastikan pembuangan tinja tidak mencemari sumber air. Bersihkan toilet secara rutin, terutama bila ada anggota keluarga yang sakit. Kebersihan lingkungan membantu melindungi seluruh penghuni rumah.
5. Lengkapi Perlindungan dengan Vaksin Hepatitis A
Vaksinasi merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah hepatitis A. Vaksin terutama penting bagi orang yang berisiko terpapar atau mengalami penyakit berat, termasuk pelancong ke wilayah dengan penularan tinggi dan penderita penyakit hati kronis.
Vaksin hepatitis A tunggal umumnya diberikan dalam dua dosis dengan jarak beberapa bulan. Jadwal pastinya bergantung pada usia, jenis vaksin, dan rekomendasi tenaga kesehatan. Tanyakan kepada dokter atau fasilitas kesehatan mengenai kebutuhan vaksin untuk anak maupun orang dewasa. Vaksinasi tetap perlu disertai kebersihan tangan, makanan, dan air.
6. Segera Bertindak jika Terpapar atau Mengalami Gejala
Jika Anda tinggal serumah dengan penderita hepatitis A atau mengetahui telah mengonsumsi makanan terkait kejadian penularan, segera hubungi fasilitas kesehatan. Jangan menunggu gejala muncul. Vaksin dan, pada kondisi tertentu, imunoglobulin dapat membantu mencegah penyakit bila diberikan sesegera mungkin dalam 14 hari setelah paparan.
Gejala dapat muncul sekitar dua hingga tujuh minggu setelah terinfeksi, berupa demam, lelah, mual, nyeri perut, hilang nafsu makan, urine gelap, serta mata atau kulit menguning. Anak kecil dapat terinfeksi tanpa gejala yang jelas. Periksakan diri jika mengalami keluhan tersebut; cari pertolongan segera bila muncul kebingungan, muntah terus-menerus, atau tanda dehidrasi.
Jika dicurigai atau didiagnosis hepatitis A, jangan menyiapkan makanan untuk orang lain sampai tenaga kesehatan menyatakan aman. Dengan kebersihan yang konsisten, air dan makanan yang aman, serta vaksinasi, risiko penularan dapat dikurangi secara bermakna.