AnambasPos.com, Jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela awal pekan ini terus bertambah, kini mencapai 1.430 orang. Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez mengonfirmasi angka tersebut pada Minggu (28/6/2026), dengan 3.238 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo pada Rabu (24/6) lalu.
Dilansir AFP, Minggu (28/6/2026), Jorge Rodriguez juga melaporkan 3.238 korban luka-luka. Angka ini menyusul dua gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo yang terjadi pada Rabu (24/6).
Sebelumnya, otoritas Venezuela mengumumkan jumlah korban tewas sedikitnya 920 orang. Lebih dari 3.000 orang lainnya mengalami luka-luka, dan sekitar 170 orang diyakini masih terjebak reruntuhan.
Dua gempa bumi dahsyat secara berurutan mengguncang wilayah Venezuela, tepatnya di area dekat pesisir Karibia. Gempa berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 itu terjadi pada Rabu (24/6) waktu setempat. Survei Geologi Amerika Serikat (AS) atau USGS menyebut fenomena ini sebagai gempa bumi "doublet" atau gempa kembar.
Akibat dua gempa ini, banyak bangunan runtuh dan bandara utama Venezuela rusak. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan jatuhnya banyak korban jiwa.
Sekitar dua hari usai gempa melanda, warga Venezuela mulai dilanda frustrasi. Hal ini disebabkan lambannya bantuan di beberapa area yang terdampak paling parah, termasuk negara bagian La Guaria, seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (27/6/2026).
Di wilayah tersebut, warga dan relawan setempat terpaksa membongkar puing bangunan dengan tangan kosong. Kondisi ini terjadi karena minimnya alat berat dan tidak adanya kehadiran pejabat resmi di lokasi.