Apakah Vaksin Influenz...

Apakah Vaksin Influenza Harus Setiap Tahun? Ini Penjelasannya

Ukuran Teks:

Sudah mendapatkan vaksin influenza tahun lalu, apakah tahun ini perlu vaksin lagi? Pertanyaan ini wajar, terutama jika Anda merasa sehat dan jarang terkena flu. Berbeda dari beberapa vaksin yang memberikan perlindungan jangka panjang setelah rangkaian dosis tertentu, vaksin influenza memiliki jadwal pemberian yang berulang.

Jawaban singkatnya: ya, vaksin influenza umumnya dianjurkan setiap tahun. Alasannya berkaitan dengan perubahan virus influenza dan berkurangnya perlindungan kekebalan tubuh seiring waktu. Namun, jenis vaksin serta jadwal pemberiannya tetap perlu disesuaikan dengan usia, riwayat vaksinasi, dan kondisi kesehatan.

Mengapa Vaksin Influenza Perlu Setiap Tahun?

1. Virus influenza terus berubah

Virus influenza dapat mengalami perubahan kecil pada bagian yang dikenali sistem kekebalan tubuh. Proses ini disebut antigenic drift. Akibatnya, virus yang banyak beredar tahun ini bisa berbeda dari virus yang dominan pada tahun sebelumnya.

Karena itu, komposisi vaksin influenza dievaluasi secara berkala berdasarkan pemantauan virus di berbagai negara. Komponen vaksin dapat diperbarui agar lebih sesuai dengan virus yang diperkirakan beredar. Vaksin tahun lalu belum tentu memberikan kecocokan perlindungan yang sama untuk periode berikutnya.

2. Perlindungan tubuh menurun seiring waktu

Setelah vaksinasi, tubuh membentuk respons kekebalan terhadap influenza. Namun, perlindungan tersebut dapat berkurang dalam beberapa bulan. Besarnya penurunan berbeda pada setiap orang, antara lain dipengaruhi usia dan kondisi sistem imun.

Vaksinasi tahunan membantu memperbarui perlindungan tersebut. Jadi, meskipun komposisi vaksin tidak selalu berubah seluruhnya, pengulangan tetap bermanfaat. Kebutuhan vaksin setiap tahun bukan berarti vaksin sebelumnya gagal atau membuat tubuh menjadi bergantung.

Apa Manfaat Vaksin Influenza?

Vaksin influenza tidak menjamin seseorang sama sekali tidak akan tertular. Efektivitasnya dipengaruhi kecocokan vaksin dengan virus yang beredar, usia, serta respons imun penerima. Meski demikian, vaksinasi dapat memberikan manfaat penting, yaitu:

  • Menurunkan risiko mengalami influenza.
  • Mengurangi risiko penyakit berat dan perawatan di rumah sakit akibat influenza.
  • Membantu melindungi orang yang rentan dengan mengurangi peluang Anda terkena dan menyebarkan influenza.
  • Mengurangi gangguan aktivitas, sekolah, atau pekerjaan akibat sakit.

Perlu diingat, influenza berbeda dari selesma atau batuk pilek biasa. Banyak virus lain dapat menyebabkan hidung tersumbat, bersin, dan sakit tenggorokan. Vaksin influenza tidak melindungi dari semua penyebab batuk pilek, sehingga keluhan tersebut setelah vaksinasi tidak otomatis berarti vaksinnya tidak bekerja.

Siapa yang Dianjurkan Mendapatkan Vaksin Influenza?

Dalam rekomendasi seperti panduan CDC, vaksin influenza tahunan dianjurkan bagi orang berusia enam bulan ke atas yang tidak memiliki kontraindikasi. Dalam praktiknya, tenaga kesehatan akan menyesuaikan pemberian dengan rekomendasi setempat, usia, kondisi kesehatan, dan jenis vaksin yang tersedia.

Vaksinasi terutama penting bagi kelompok yang lebih berisiko mengalami komplikasi atau sering berkontak dengan orang rentan, antara lain:

  • Anak kecil, terutama usia di bawah lima tahun.
  • Lansia, terutama usia 65 tahun ke atas.
  • Ibu hamil.
  • Orang dengan penyakit kronis, seperti asma, diabetes, penyakit jantung, atau penyakit paru.
  • Orang dengan daya tahan tubuh lemah akibat penyakit atau pengobatan tertentu.
  • Tenaga kesehatan, pengasuh, dan anggota keluarga yang tinggal bersama orang berisiko tinggi.

Bayi di bawah usia enam bulan belum dapat menerima vaksin influenza. Perlindungan mereka dapat dibantu melalui vaksinasi ibu saat hamil serta vaksinasi orang-orang yang merawatnya. Untuk ibu hamil, vaksin influenza nonhidup dapat diberikan pada trimester mana pun sesuai penilaian tenaga kesehatan.

Kapan Waktu Terbaik untuk Vaksin Influenza?

Di negara dengan empat musim, vaksinasi biasanya dijadwalkan sebelum musim influenza. Sementara itu, di Indonesia yang beriklim tropis, influenza dapat beredar sepanjang tahun, dengan pola peningkatan yang bisa berbeda antarwilayah.

Karena itu, Anda tidak perlu menunggu musim hujan untuk berkonsultasi tentang vaksinasi. Fasilitas kesehatan dapat membantu menentukan waktu yang tepat berdasarkan dosis sebelumnya, ketersediaan formulasi yang sesuai, serta rencana perjalanan atau kondisi kesehatan Anda.

Tubuh umumnya membutuhkan sekitar dua minggu setelah vaksinasi untuk membentuk perlindungan. Jika akan bepergian, terutama ke wilayah yang sedang memasuki musim influenza, diskusikan vaksinasi lebih awal. Jadwal tahunan tidak selalu berarti harus tepat pada tanggal yang sama; ikuti pengaturan tenaga kesehatan.

Apakah anak cukup mendapat satu dosis?

Tidak selalu. Sebagian anak usia enam bulan hingga delapan tahun memerlukan dua dosis dengan jarak minimal empat minggu, terutama saat pertama kali divaksin atau jika riwayat dosis sebelumnya belum mencukupi. Setelah itu, umumnya diperlukan satu dosis setiap tahun. Bawa catatan imunisasi agar dokter dapat menentukan kebutuhan dosis dengan tepat.

Apakah Aman Jika Diberikan Setiap Tahun?

Vaksin influenza umumnya aman untuk diberikan setiap tahun. Efek samping yang sering muncul biasanya ringan, seperti nyeri atau kemerahan di tempat suntikan, pegal, sakit kepala, dan demam ringan. Keluhan ini umumnya membaik dalam beberapa hari.

Vaksin suntik yang mengandung virus tidak aktif tidak dapat menyebabkan influenza. Jika seseorang mengalami flu setelah vaksinasi, kemungkinan penyebabnya antara lain paparan sebelum perlindungan terbentuk atau infeksi virus lain.

Sampaikan kepada tenaga kesehatan jika Anda pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap vaksin influenza, memiliki riwayat sindrom Guillain-BarrΓ©, atau sedang sakit sedang hingga berat. Pilek ringan tanpa kondisi berat biasanya bukan alasan otomatis untuk menunda vaksinasi, tetapi penilaian tetap diperlukan.

Kesimpulan: Perbarui Perlindungan Setiap Tahun

Vaksin influenza dianjurkan setiap tahun karena virus berubah dan kekebalan dapat menurun. Vaksinasi membantu mengurangi risiko influenza dan komplikasinya, meskipun tidak mencegah seluruh kasus flu maupun batuk pilek. Konsultasikan jadwal yang sesuai, terutama untuk anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan penyakit kronis. Lengkapi perlindungan dengan kebiasaan mencuci tangan, menjaga ventilasi, serta membatasi kontak dekat saat sedang sakit.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan