AnambasPos.com, Meranti – Penantian warga di pelosok Kepulauan Meranti, Riau, untuk akses jembatan yang aman segera berakhir. Tiga jembatan yang dibangun melalui program Jembatan Merah Putih Presisi oleh Polri kini hampir rampung dan memasuki tahap finishing, siap diakses dalam waktu dekat per Kamis (5/2/2026). Pembangunan ini bertujuan menjamin keselamatan masyarakat dan mendukung masa depan generasi penerus bangsa.
Ketiga jembatan ini berlokasi di SDN 018 Semulut Dusun Semulut, Kecamatan Tebing Tinggi; MTS Al-Anshor Desa Kuala Merbau, Kecamatan Pulau Merbau; dan Jalan Poros Dusun III Desa Tanjung Gemuk, Kecamatan Rangsang. Menurut Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan komitmen Polri untuk menjamin keselamatan masyarakat dan mendukung generasi penerus bangsa.
"Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi simbol perlindungan dan kepedulian Polri terhadap masyarakat pedesaan, khususnya anak-anak sekolah agar mereka dapat belajar dengan aman dan nyaman," ujar AKBP Aldi Alfa Faroqi dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026). Ia menambahkan, program ini adalah tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk pemerataan akses dan penguatan social inclusion di daerah terpencil.

Program ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam meningkatkan keselamatan, aksesibilitas, dan pemerataan layanan pendidikan bagi masyarakat pedesaan. Terutama bagi anak-anak sekolah di wilayah terpencil.
[Gambar: Jembatan menuju MTS Al-Anshor Desa Kuala Merbau, Kecamatan Pulau Merbau mulai dicor. Foto: dok. Polres Meranti]
Progres pembangunan pada hari ke-7, Kamis (5/2), menunjukkan capaian signifikan. Di SDN 018 Semulut, jembatan kayu berdimensi panjang 40 meter dan lebar 2,5 meter telah mencapai 70 persen. Seluruh lantai dan jalan kayu sudah terpasang dan dilapisi cat minyak hitam (creosote).
Pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan pagar besi dan pembangunan tugu prasasti Merah Putih. Diketahui, proses pengerjaan sempat terkendala faktor pasang surut air laut dan keterlambatan logistik.

[Gambar: Pengecoran jembatan di Jalan Poros Dusun III Desa Tanjung Gemuk, Kecamatan Rangsang. Foto: dok. Polres Meranti]
Sementara itu, di MTS Al-Anshor Desa Kuala Merbau, kegiatan hari ketujuh difokuskan pada perakitan dan pemasangan besi sayap jembatan. Termasuk pembuatan mal dan pengecoran sayap jembatan. Seluruh kegiatan berlangsung aman dan kondusif hingga sore hari.
Adapun di Desa Tanjung Gemuk, Kecamatan Rangsang, progres pembangunan jembatan telah mencapai 80 persen. Kegiatan hari ketujuh diisi dengan gotong royong personel Polsek Rangsang bersama pemerintah desa dan masyarakat, sambil menunggu pengerasan pengecoran lantai. Pekerjaan selanjutnya meliputi pengecoran tiang pagar, pengecatan jembatan, dan pemasangan prasasti.
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini melibatkan personel dari Satuan Brimob Polda Riau, Ditpolairud, Ditsamapta, jajaran Polsek, dan Bhabinkamtibmas. Partisipasi aktif masyarakat setempat juga menjadi bagian dari sinergi ini. Sinergi ini disebut menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan.