Titiek Soeharto Sapa N...

Titiek Soeharto Sapa Napi Nusakambangan: Senang Ada Kesibukan dan Premi

Ukuran Teks:

AnambasPos.com, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto mengunjungi Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Sabtu (20/6/2026). Kunjungannya bertujuan menyaksikan panen udang Vaname. Dalam kesempatan itu, Titiek Soeharto menyapa para narapidana (napi) yang sedang beraktivitas di area kolam.

Saat berdialog, Titiek Soeharto bertanya kepada napi mengenai kegiatan mereka sebelum adanya program budidaya udang. Napi tersebut menjawab bahwa mereka "Nggak ngapa-ngapain".

Titiek kemudian menanyakan apakah mereka senang dengan kesibukan yang didapat dari program ketahanan pangan tersebut. Napi mengaku "Senang, Bu" dengan adanya kegiatan ini.

Berdasarkan keterangan napi, mereka mendapatkan premi Rp 25 ribu per hari dari program tersebut. Jika dihitung per bulan, premi yang didapat mencapai Rp 750 ribu. "Alhamdulillah, di samping sibuk, nanti dapat preminya kan? Dapat persenan. Setiap apa didapatnya? Sehari Rp 25 ribu, satu bulan Rp 750 ribu, lumayan," kata Titiek.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menjelaskan bahwa pihaknya akan memberikan bonus tambahan. Bonus ini akan diberikan jika hasil produksi meningkat. "Nanti kalau hasil produksinya lebih bagus, nanti akan ada bonus, Bu," ucap Agus.

Sebuah foto menunjukkan Titiek Soeharto meninjau tambak udang di Nusakambangan.

Titiek Sapa Napi di Kolam Udang Nusakambangan: Senang Nggak, Ada Kesibukan?

Diketahui, luas lahan yang dimanfaatkan untuk budidaya udang Vaname di Kawasan Bantar Panjang mencapai 20 hektare. Lahan ini memiliki 20 kolam aktif yang menampung 11 juta benur. Sementara itu, di Kawasan Pasir Putih, lahan udang seluas 20 hektare dengan 14 kolam juga beroperasi.

Sejak awal 2025 hingga kini, Nusakambangan telah memanen 165 ton udang Vaname pada siklus pertama.

Transformasi Nusakambangan

Transformasi Nusakambangan merupakan ide yang dicanangkan Menteri Agus setelah dirinya dilantik Prabowo. Di masa transisi Ditjenpas dari Kementerian Hukum dan HAM ke Kemenimipas, Menteri Agus menerima laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang banyak aset milik Kemenimipas yang berstatus lahan tidur atau idle.

Oleh sebab itu, Menteri Agus berupaya menghidupkan kembali lahan tidur dengan membangun balai latihan kerja (BLK). Tujuannya agar para napi memiliki kegiatan pengembangan diri dan keterampilan. Keterampilan yang didapat di BLK ini diharapkan menjadi bekal saat mereka bebas dari penjara, sehingga tidak kembali melakukan kejahatan.

Prasarana pelatihan dan pengembangan keterampilan untuk napi yang telah berdiri di Nusakambangan sangat beragam. Di antaranya adalah workshop batako dan paving block berbahan dasar material fly ash bottom ash (FABA), BLK konveksi, dan BLK pengolahan pupuk organik. Selain itu, ada budidaya ikan Sidat, pengolahan sampah, budidaya ikan Nila, Lele, dan Bawal.

Tambak udang Vaname, peternakan sapi, domba, dan unggas juga dikembangkan. Bahkan, BLK pelintingan rokok, BLK produksi Mocaf, hingga budidaya anggrek turut menjadi bagian dari program ini.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan