Rusia Bombardir Ukrain...

Rusia Bombardir Ukraina, 12 Tewas Usai Umumkan Gencatan Senjata

Ukuran Teks:

AnambasPos.com, Jakarta – Rusia kembali melancarkan serangan mematikan ke Ukraina, menewaskan 12 orang di kota Zaporizhzhia, Ukraina selatan, pada Selasa (5/5/2026). Insiden ini terjadi setelah Moskow mengumumkan gencatan senjata sepihak selama dua hari untuk 8-9 Mei mendatang.

Gubernur regional Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, mengonfirmasi jumlah korban jiwa tersebut. Menurut Fedorov, Rusia telah merenggut nyawa 12 orang dalam serangan hari Selasa. Pernyataan itu disampaikannya melalui Telegram, dilansir AFP, Rabu (6/5/2026).

Sebelumnya, Rusia mengumumkan gencatan senjata sepihak dengan Ukraina selama dua hari, mulai 8 hingga 9 Mei 2026. Gencatan senjata ini bertujuan untuk memperingati Hari Kemenangan Perang Dunia II.

Rusia juga mengancam akan melakukan serangan rudal besar-besaran ke Kyiv jika Ukraina melanggarnya. "Sesuai dengan keputusan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Rusia, Vladimir Putin, gencatan senjata telah diumumkan mulai 8-9 Mei 2026. Kami berharap pihak Ukraina akan mengikuti," kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah unggahan di aplikasi pesan MAX, dilansir AFP, Selasa (5/5).

Pihak Rusia memperingatkan akan memberikan serangan balasan besar-besaran ke Ukraina jika terjadi pelanggaran. Rusia memerintahkan agar penduduk sipil Kyiv melakukan evakuasi jika serangan besar-besaran tersebut terjadi.

Diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin pertama kali mengusulkan gencatan senjata tersebut pekan lalu. Usulan itu disampaikan saat Putin melakukan panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump. Sementara itu, Ukraina pada pekan lalu mengatakan bahwa mereka akan meminta rincian dari Washington tentang tawaran tersebut.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan