Makna Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu

Dibaca: 68 x


Ilustrasi. Net/Google
Ilustrasi. Net/Google

Oleh: Fadmin Prihatin Malau

Hadist Nabi Besar Muhammad SAW yang artinya, ”Surga itu ada di bawah telapak kaki ibu,” mak­nanya lang­kah kaki seorang ibu me­nentukan jalan hidup anak-anaknya.

Secara medis sudah terbukti ibu yang cerdas, mela­hirkan anak-anak yang cerdas. Se­cara agama ibu yang berakhlak mulia, ibu yang beriman dan ber­taq­wa kepada Allah SWT akan mela­hirkan anak-anak yang beri­man dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Nabi Adam AS diciptakan Allah SWT dari tanah dan kemudian Allah SWT menciptakan Siti Hawa dari tulang rusuk sebelah kiri Nabi Adam AS sehingga hidup Nabi Adam AS menjadi bermakna. Selanjutnya, Nabi Adam AS dan Siti Hawa hidup di bumi, berkem­bangbiak, berketurunan sampai hari ini penduduk bumi lebih dari enam miliar jiwa.

Setiap manusia lahir dari rahim ibu dalam keadaan lemah. Bayi itu disusui ibunya, secara perlahan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang lincah. Seorang ibu mengasuh anaknya dengan kasih sayang dan anak itu terus tumbuh dan berkembang. Proses kehidu­pan manusia sepenuhnya ada di tangan ibu, perjalanan hidup anak manusia ada pada ibu, ada pada langkah kaki ibu sejalan dengan Hadist Nabi Muhammad SAW yang artinya surga itu ada di bawah telapak kaki ibu.

Keberadaan seorang ibu men­jadi sangat penting bagi kehidupan manusia maka seorang ibu harus senantiasa pada kodrat wanita yang sesungguhnya, bertindak dan berbuat untuk yang mulia yakni melahirkan, membe­sarkan, me­nga­suh, mendidik putra-putri yang dilahirkannya agar menjadi putra-putri yang taat kepada perintah Allah SWT. Tepat Hadist Nabi Muhammad SAW yang menyeru­kan untuk menghor­mati ibu maka sampai tiga kali disebut Nabi Muhamad SAW ibumu, ibumu, ibumu dan baru ayahmu. Hal ini dikatakan Nabi Muhammad SAW ketika ditanya para sahabat, siapa yang paling dihormati di dunia ini.

Seorang ibu menjadi sangat penting bagi kehidupan manusia maka seorang ibu harus senantiasa pada kodrat wanita yang sesung­guhnya, bertindak dan berbuat untuk yang mulia yakni melahir­kan, membesarkan, mengasuh, mendidik putra-putri yang dilahir­kannya.

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Mu’minun ayat 12 s/d 14 yang artinya,

“Dan sesungguhnya Kami telah mencip­takan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.”

Firman Allah SWT ini lebih dari 1400 tahun lalu. Kala itu belum ada tehnologi kedokteran. Baru tahun 1677 ada tehnologi kedok­teran dengan peralatan mikroskop ditemukan Hamm dan Leeu­wenhoek yang merupakan ilmu­wan pertama mengamati sel sperma manusia (spermatozoa). Kemudian tahun 1981 pada Konferensi Kedokteran ke-7 di Dammam, Arab Saudi, seorang Prof. Moore mengakui isi Al-Qur’an tentang kejadian manusia dalam Surah Al-Mu’minun ayat 12 s/d 14.

BACA JUGA  Pelaksanaan STQ Kabupaten Lingga akan Dipercepat

“Bagi saya isi Al-Qur’an yang disampaikan Nabi Muhammad SAW adalah benar dan sudah 1400 tahun lalu dan ini membuktikan kepada saya bahwa Nabi Muham­mad itu benar merupakan utusan Allah,” kata Prof. Moore dan mengakui dapat menerima Firman Allah itu.

Proses kelahiran manusia sesuai dengan yang ada dalam Al-Qur’an. Segumpal darah dalam Bahasa Arab ‘alaqah merupakan aliran darah dari ibu. Kata ‘alaqah sesuatu yang menempel/tergantung. Em­brio pada adalah fase ‘alaqah, meng­­gantung dan menempel pada rahim sang ibu.

Ibu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya, wanita yang telah melahirkan seseorang, panggilan yang takzim kepada wanita baik yang sudah bersuami maupun yang belum. Ibu diartikan bagian yang pokok (besar, asal dan sebagainya). Ibu diartikan juga yang utama, yang terpenting.

Wanita yang baik disebut ibu. Hadist Nabi Besar Muhammad SAW yang artinya,”Bila satu negeri para wanitanya baik maka baiklah negeri itu tetapi sebaliknya bila tidak maka hancurlah negeri itu. Wanita itu tiang negara.”

Wanita yang baik adalah ibu dan bila kembali kepada arti kata ibu dalam KBBI dapat diartikan bagian yang pokok, besar, asal, yang utama, yang terpenting. Wanita yang baik adalah seorang ibu dan ibu diartikan sebagai penentu segala sendi kehi­dupan di dunia ini.

Makna kata ibu dalam KBBI sesuai dengan Hadist Nabi Besar Muhammad SAW yang artinya, ”Bila wanita-wanita atau ibu-ibu dalam satu negeri baik, maka akan baiklah negeri itu tetapi sebaliknya bila tidak maka hancurlah negeri itu.”

Setiap tahun diperingati Hari Ibu pada 22 Desember. Meme­ringati Hari Ibu untuk menilai arti seorang ibu dalam kehidupan manusia. Ibu merupakan wanita yang baik. Sudah pasti dan Nabi Muhammad SAW memberikan tiga kali penghormatan kepada ibu baru kemudian sekali kepada ayah. Tegasnya dalam ajaran agama Islam posisi ibu ditempatkan pada posisi yang sangat dihormati. Artinya tiga kali Nabi Muhammad SAW menyebut ibumu, ibumu, ibumu baru ayahmu.

BACA JUGA  Kisah Kehidupan Masyarakat Tempo Dulu, Jadi Tema Stand Bazar Kecamatan Jemaja di STQH

Ibu Penentu Kehidupan Manusia

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Mu’minun ayat 12 s/d 14 sejalan dengan medis dalam siklus kehidupan manusia yakni manusia lahir dari rahim ibu. Berdasarkan data medis dari ibu yang sehat akan melahirkan anak-anak yang sehat. Ibu yang pintar, cerdas akan melahirkan anak-anak pintar dan cerdas maka keberadaan ibu sangat penting. Sebuah kaum atau negara pasti mempersiapkan generasi yang baik, sehat, cerdas, beriman dan itu ada di tangan ibu yakni melahirkan, menyusui, mengasuh, membesarkan dan mendidik anak-anaknya agar menjadi manusia yang baik.

Kejadian manusia sangat erat dengan seorang ibu karena Allah SWT telah telah menanamkan sifat rahman dan rahim-Nya dalam hati seorang ibu. Hal ini telah dibukti­kan seorang peneliti dari Rocke­feller University di New York yang berhasil menemukan sebuah gen yang bertanggungjawab memoti­vasi para ibu untuk melindungi, memberi makan dan membesarkan bayi yang dikandungnya.

Gen ini disebut gen ibu atau dalam bahasa ilmiah disebut dengan ER alpha atau estrogen receptor alpha. Menjadi kajian berikutnya bagi umat Islam tentang sifat rahman dan rahim yang dikatakan Allah SWT itu. Semakin berkem­bang tehnologi maka semakin jelas firman-firman Allah SWT dalam Al-Qur’an tentang kejadian manu­sia dan manusia itu sendiri. Tehnologi kedokteran membuk­tikan pada proses pemberian Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi merupakan sebuah bentuk interaksi mesra dan penuh kasih sayang antara ibu dan anak.

Menurut penelitian medis perila­ku dan sifat-sifat ibu akan tertular secara intensif kepada anak melalui ASI yang diberikan kepada bayi. Hal ini sejalan dengan Hadist Nabi Muhammad SAW yang artinya, “Tidak ada susu yang lebih baik bagi anak dari susu ibu.”

Firman Allah SWT dalam Surah Luqman ayat 14 yang artinya,

“Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal me­ngan­dung hingga akhir menyu­suinya), dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

Makna yang terkandung bahwa kejadian manusia ke dunia dan kembali ke akhirat, peran seorang ibu sangat menentukan. Tepatlah makna surga di bawah telapak kaki ibu. Bersyukur dan berbuat baiklah kepada ibumu. (Red AP)

 

Penulis Dosen Universitas Muhammadi­yah Sumatera Utara (UMSU) Medan.

 

Sumber: Analisadaily



Terhubung dengan kami

     


pasang iklan banner