Siswa pedesaan yang sedang mencari jaringan internet untuk melakukan pembelajaran secara daring. (Foto : Internet.)

Oleh : Sulaidi, S.Pd.I

Sejak diberlakukan PSBB Pembatasan Sosial Berskala Besar tahun lalu. Seluruh siswa di sekolah mulai di rumahkan. Proses belajar mengajar tetap dijalankan, bukan melalui tatap muka melainkan dengan sistem daring atau online. Para guru tetap memberikan tugas melalui whatsaps group. Idealnya seperti itu, namun kenyataan yang di hadapi khusunya kami guru-guru yang mengajar di daerah terpencil tak sepenuhnya bisa menggunakan metode belajar daring ini kepada anak murid

Banyak faktor yang menyebabkan sistem belajar ini tak bisa kami terapkan diantaranya adalah faktor keterbatasan ekonomi dan fasilitas teknologi, tak semua orang tua memiliki handphone sekelas android, juga untuk membeli paket internet. Rendahnya pendidikan orang tua juga menjadi penyebab utama bahwa belajar secara daring tidak bisa kami terapkan di sekolah. Sebagai kepala sekolah, berdasarkan hasil musyawarah dengan majelis guru, proses belajar mengajar tetap dijalankan berbarengan dengan pengantaran tugas siswa kerumah setiap seminggu sekali oleh guru guru.

Aturan ini membuat anak – anak didik dan orang antusias, mereka sudah jenuh selama tiga bulan terkurung di dalam rumah dengan tidak begitu baik dan lancer dalam pembelajaran online dengan banyak kendala. Bagaimanapun anak-anak juga makhluk sosial yang perlu berinteraksi fisik antar sesama. Tetapi ada hal lain yang membuat para siswa, wali murid dan para guru khawatir, yaitu ancaman kesehatan di depan mata, tertular oleh virus corona yang berasal dari negara China. Penyakit yang menggemparkan dunia Internasional ini membuat ciut nyali banyak orang, termasuk kami.

Apakah dengan memakai standar keamanan kesehatan seperti masker dan jaga jarak bisa menyelamatkan kami dari ancaman penularan penyakit dari negeri Tiongkok ini, yang jelas nyawa kami terancam. Walau terancam kami tetap berdoa dan yakin, suatu saat Allah Taala Tuhan kita semua menjauhkan kita dari cobaan ini, Sholat dan kesabaran adalah senjata kami, begitulah pengajaran dan contoh dari Nabi Muhammad Salallahu alaihi wa Sallam.. tidak ada yang mati kecuali dengan izin Allah Taala, dan kita wajib waspada dan menjaga keselamatan zahir dan batin.
Wallahu A’lam Bishowwab.

BACA JUGA  Orang Melayu Lupakan Melayu

Air Nangak,   Agustus 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here