Olahraga   -

Renault Jelaskan Rencana Perbaikan Daya Tahan

Dibaca: 247 x


Anambaspos.com – Renault akan menunjuk personel ekstra untuk Red Bull pada GP Singapura sebagai bagian dari rencana memperbaiki daya tahan.

Rasa frustasi terhadap daya tahan Renault memuncak di GP Belgia ketika Max Verstappen menjumpai masalah teknis. Akibat mesinnya dimatikan oleh sensor.

Bos Red Bull Christian Horner menyebut servis Renault sebagai “dibawah standar” dan menyebut performa pabrikan Prancis tahun ini sebagai tidak bisa diterima.

Renault menerima dengan mengatakan tidak melakukan tugas dengan baik, serta membuat rencana aksi untuk menjamin perbaikan di masa mendatang.

Selain perubahan pada power unit dari Monza untuk menghilangkan masalah dialami Verstappen, Renault akan menempatkan tim ekstra di Red Bull untuk memusatkan perhatian pada daya tahan di balap berikutnya.

“Respons pertama terhadap semua insiden serupa dialami Max adalah melakukan tindakan pencegahan agar tidak terulang.”

“Isu terkini adalah masalah sensor di Spa. Sekarang kami memiliki prosedur lebih baik dari ditunjukkan pada saat itu.”

“Bukan masalah meminta maaf, karena harusnya itu tidak terjadi. Saya tidak mencari alasan. Harusnya terpasang dan sekarang sudah terpasang.”

“Elemen kedua adalah soal pemberian komponen. Kami lebih dari loyal ke Red Bull dan memberikan komponen terbaik kepada mereka, bahkan sering atas tanggungan Renault. Kami merasa memiliki kewajiban ini kepada Red Bull dan Max.”

“Dan terakhir, soal manusia. Kami telah menambahkan lebih banyak sumber daya. Belum dilakukan, baru tersedia pada GP Singapura dan setelahnya. Kami akan menempatkan orang khusus di Red Bull, plus orang untuk memantau daya tahan dan operasonal.”

“Kami merespons cepat, tidak menganggap enteng masalah ini. Dan saya puas mengenai bagaimana cara kami menangani masalah tersebut.”

BACA JUGA  Pembalab Indonesia Galang Hendra Lakoni Debutnya di Supersport 300

Kemarahan Verstappen bertambah di Belgia ketika mesinnya bisa dinyalakan di garasi usai balap.

Dia mengatakan lebih suka mesinnya meledak daripada dimatikan oleh sensor. Walau hal ini tidak disetujui Abiteboul.

Ketika ditanya reaksi terhadap usulan Verstappen, Abiteboul mengatakan, “Tak ada komentar. Jujur saya tidak mengerti karena mesin [Spa] baik-baik saja. Akan dipakai kembali.”

“Jika meledak, ini berarti lebih banyak mesin harus digunakan dan akan berakibat penalti. Jadi saya tidak paham apa maksudnya.”

Abiteboul mengonfirmasi akan menghadirkan beberapa pembaruan pada mesin, meski tidak ada yang siginifikan.

“Akan ada sedikit hal baru,” ucapnya. “Mungkin sedikit performa. Saya tidak mau bicara detail, tapi akan ada perbaikan performa bagi semua tim.” (red/ol)



Terhubung dengan kami

     


pasang iklan banner