AnambasPos.com, Jakarta – Mantan Komisaris Utama (Komut) Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersaksi blak-blakan dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1/2026). Ahok mengungkap berbagai hal, mulai dari perannya di Pertamina hingga dugaan penyimpangan yang merugikan negara Rp 285 triliun, yang menyeret 9 terdakwa.
Ahok dihadirkan sebagai saksi untuk sembilan terdakwa dalam kasus yang diduga melibatkan impor produk kilang atau bahan bakar minyak (BBM) serta penjualan solar nonsubsidi. Saat menjabat Komut Pertamina, Ahok berada di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Berikut sejumlah kesaksian Ahok yang dirangkum:
1. Golf Tempat Negosiasi Paling Murah
Ahok menyebut golf merupakan tempat negosiasi "paling sehat paling murah". Ia mengaku terpaksa belajar golf saat masuk Pertamina karena banyak petinggi perusahaan minyak dari Amerika, seperti Chevron dan Exxon, mengajaknya bermain.
"Saya kira golf adalah tempat negosiasi paling sehat paling murah, jemur, jalan, murah dan bayarin anggota main itu sangat murah," ujar Ahok. Ia juga menceritakan adanya ‘isi-isian’ yang disebutnya sebagai apresiasi, bukan judi. Ahok juga mengingat nasihat terdakwa Riva Siahaan soal caddy.
2. Banyak yang Bisa Ditangkap Kalau Mau
Ahok sempat membahas sistem pengadaan yang diusulkannya untuk diterapkan di Pertamina. Ia mengusulkan supplier hire stock melalui e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Menurut Ahok, pengadaan sebelumnya membuat Indonesia tidak memiliki cadangan minyak lebih dari 30 hari. Ia ingin LKPP memiliki halaman khusus untuk pengadaan Pertamina, seperti yang ia terapkan saat menjadi Gubernur DKI Jakarta yang berhasil menghemat banyak uang.
"Tapi apa yang terjadi ketika saya tidak jadi gubernur lagi? Semua diubah," kata Ahok.
Ahok juga mengkritik temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang hanya disebut "kelebihan bayar". "Makanya saya juga bilang sama Pak Jaksa kalau mau periksa di Indonesia kasih tahu saya, saya bisa kasih tahu Pak, banyak bisa ditangkepin Pak, kalau Bapak mau Pak, itu aja Pak," tegas Ahok.
3. Ungkap Temuan Penyimpangan
Ahok mengungkap beberapa temuan penyimpangan saat menjabat Dewan Komisaris, termasuk peningkatan kuota impor minyak mentah dan impor produk kilang. Ada juga penyimpangan berupa penggantian PT menjadi nama dan penyimpangan harga pengadaan barang dan jasa.
Ahok menyatakan, jika sistem procurement Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) diperbaiki, akan ada penghematan 46 persen. Untuk penyimpangan serius, Ahok merekomendasikan pemecatan direksi. "Rekomendasi kami pecat, Pak. Pecat direksinya kalau saya ada kasus," jawab Ahok.
Ia juga mengeluhkan keputusan pengangkatan direksi yang dalam dua tahun terakhir dilakukan langsung oleh Menteri BUMN tanpa melalui Dewan Komisaris. Ahok mengaku pernah mengatakan kepada Presiden Jokowi, "kalau Anda betul-betul mau saya perbaiki Pertamina, kasih saya jabatan Dirut atau nggak sama sekali."
4. Alasan Mundur dari Pertamina
Ahok mengungkap alasan dirinya mundur sebagai Komisaris Utama Pertamina karena perbedaan pandangan politik dengan Presiden Joko Widodo pada 2024. Ia seharusnya mengundurkan diri akhir Desember 2023 setelah menyusun RKAP 2024.
Dalam RKAP tersebut, Ahok meninggalkan catatan bahwa sistem pengadaan yang baru harus memberikan penghematan 46 persen, dan jajaran direksi sudah menandatanganinya. Namun, pengesahan RUPS oleh Menteri BUMN terlambat hingga Januari. "Saya keluar karena alasan politik, beda pandangan dengan Presiden Pak Jokowi," imbuhnya.
5. Marah Ada Direktur Dicopot Tanpa Pemberitahuan
Ahok menceritakan pernah marah besar saat rapat karena ada direktur yang dicopot dari holding tanpa pemberitahuan kepada Komut. Ia bahkan nyaris melempar botol air minum ke bagian corporate secretary (corsec).
Menurut Ahok, corsec saat itu menjelaskan bahwa kewenangan pergantian direksi sepenuhnya berada di tangan Menteri BUMN. "Saya waktu itu mau saya lempar pakai botol air minum sudah dia gituin saya," ujar Ahok.
6. Tak Kenal Riza Chalid
Ahok mengaku tak mengenal buron Riza Chalid. Ia bahkan mempertanyakan sekuat apa Riza Chalid hingga disebut melakukan intervensi di Pertamina.
Ahok juga mengaku baru mengenal PT Orbit Terminal Merak (OTM) dari media karena perkara ini. "Nggak pernah, itu cuma, selalu orang ngomongin di media, saya juga heran, sekuat apa sih beliau sampai intervensi? Kita kan jaganya gitu ketat," ujar Ahok seusai sidang.