Asril Masbah

Puisi OLeh : Asril Masbah

pada batas negeri  yang emas
aku terpaksa sudi bersua
memunggah seluruh kata-kata menjadi pinta
dengan mata yang melaut

aku, batas dan laut yang emas

bertikai dalam tempurung  kelapa tua  yang bersepah dimakan kera  dan dalam keluh nafas yang meronta memecah
sajadah hingga khusuk menjadi busuk

kata-kata pun kini bersimbah
menepis bintang dan bulan, menikam langit
degan gagasan kerinduan

adakah cinta masih bersisa pada tangisan mereka yang telah lama mengusung keranda luka ?

Batas, dan laut itu masih emas !

Tarempa, 20 Oktober 2021

BACA JUGA  Sambut Kunjungan IKAL, Pemda Anambas Gelar Ramah Tamah dan Pentas Seni Budaya di Batu Lepe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here