Norham Abdul Wahab
PENGAYUH SEPEDA UNTA

: soekarno

akulah pengayuh sepeda unta
keliling kampung, menjaja kata
keliling kampung, menjaja cinta

bukan pada pandang yang kejora
wajah merah, mataku nan marah

bukan pada senyum yang purnama
tulang putih, penatku nan tatih

akulah pengayuh sepeda unta
keliling kota, menghasut takut
keliling kota, membakar tekar

bukan geram atau raung kematian
tapi rindu, pungguk meluk bulan

bukan kebencian atau kemurkaan
tapi cinta, merdeka dari jajahan

kini, lampuku telah padam
pijarnya terbunuh dendam
suluhnya direnggut kelam

kini, matahariku telah tenggelam
tikam panggangnya diambil malam
tengkah kompangnya terbungkam

sepeda unta pun tak dipakai lagi
lelah dan istirah di rumah sejarah
tontonan wisatawan berselfie riah

sepeda unta pun tak dipakai lagi
bersalin wajah menjadi mercy
menabrak rerambu sesuka hati

oh, akulah si pengayuh sepeda unta
keliling negeri, memungut airmata

Mboro, 2017

RAJA KECIK MENAHAN SEDAN
: kafz

dikau yang doa
kala embun masih rimbun

dikau yang bunga
kala embun di ujung daun

dikau yang menyanyi menari
kala embun telah pergi

cengkok lagumu menelikung liku
di dawai gambus yang memupus
mencakar matahari yang membakar

langkah zapinmu berhitung ganjil
di tengkah marwas yang ganas
menerjang siang yang panggang

di degilmu, sejarah terdedah
di nakalmu, marwah terbelah

bukan aku cemaskan waktu
namun zuriat disinggah malu
bukan aku menangis sesegukan
namun raja kecik menahan sedan

dengung lebah yang berhumban
tak berbisa di resahmu yang luka

sengat tembuan yang berdatangan
tak bergigit di risaumu yang langit

masih adakah kebenaran yang kau
surukkan?

tumpahkanlah ke panci hatiku
akan kujerang di tungku senyuman

Mboro, 2017

 

RIAU BUKAN TEXAS
 : aris

BACA JUGA  Bahas Program Kerja 2020, Pemuda Pancasila Dukung Penanggulangan Sampah di Anambas

riau bukan texas

tak ada penghalang wajah di kepala
hanya sorban dan tanjak yang terletak

namun, badan jadi tegak cegak bagak
menantang matahari dengan besar hati

riau bukan texas, katamu
yang suka memeras bumi bawa pergi
yang menebuk hati anak-anak negeri

riau bukan texas, kataku
yang mencincang kemaluan ibu-ibu
dengan parang tumpul tak bermalu

riau bukan texas

tak ada pistol sarung kulit di pinggang
hanya kain tenun sarung terselempang

namun, marwah jadi terbilang, bersinar
cemerlang negeri yang gilang gemilang

riau bukan texas, kata kita
menyambut tamu, wajah tersenyum madu
halaman sepenuh hamparan karpet rindu

walau airmata terus menyimbah cinta
jenazah, berkabar tentang duka bunda

riau bukan texas, kata mereka
datang dengan sejuta senyum bunga
ucap salam, tanpa sembunyi geram
membaca kalam tanpa simpan dendam

riau bukan texas

tak ada ringkik kuda terpekik di malam hari
pun alunan banjo dan harmonika lupa irama

adalah mihrab yang hening, sunyi bunyi
di sini
di riau
bukan texas
berhias airmata di sajadah tua yang cinta

Norham Abdul Wahab adalah Penyair dan Pelatih Teater, Riau

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here