Tim Kajian Akademik Gali Data Pulau Jemaja dari Barat ke Timur Wilayah

Dibaca: 559 x

Tim Kajian Akademis dan juga BP2KKJ saat melakukan pertemuan bersama masyarakat Jemaja Barat di Balai Desa Impol, Sabtu (06/07/2024).
Penulis • Dan    Editor • Slamet   

ANAMBASPOS.COM, Jemaja Barat – Tim Kajian Akademis dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) mulai menggali berbagai macam data termasuk data eksisting dari masyarakat yang terdapat di Pulau Jemaja.

Dimulai dari bagian Barat Pulau Jemaja, tim kajian akademis yang turun ke lapangan ketika itu diantaranya Dr.Bismar Arianto, S.Sos., M.Si bersama Dr. Oksep Adhyanto, SH. MH bertatap muka secara langsung kepada masyarakat yang telah berkumpul di titik awal pertemuan yaitu Balai Desa Impol, Kecamatan Jemaja Barat, Sabtu (06/07/2024).

Terpantau awak media ini dilapangan,  antusias masyarkat Kecamatan Jemaja Barat yang merupakan kecamatan termuda dan terluar Pulau Jemaja tersebut menyambut kedatangan tim kajian akademisi saat itu tampak begitu jelas.

Masyarakat Kecamatan Jemaja yang begitu antusias untuk menyampaikan informsi dan aspirasi mereka saat melakukan pertemuan bersama Tim Kajian Akademis dari Umrah

Ketika berlangsungnya kegitan yang dipimpin oleh seorang tokoh masyarakat, Ramzi selaku moderator, interaksi antara tim kajian akademis bersama masyarakat dari Desa Impol, Sunggak dan Keramut berjalan dengan tertib hingga terjalin komunikasi yang baik.

Berbagai aspek potensi unggulan dari bermacam sektor bidang dikabarkan mereka (masyarakat) yang nantinya mungkin bisa dinilai sebagai penopang ekonomi masa depan atau Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika Kepulauan Jemaja bisa direalisasikan sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) di ujung Utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

Tim Kajian Akademis ketika melihat langsung area persawahan di Kecamatan Jemaja Timur yang membentang luas

“Kita punya laut beserta ikanya, kita punya ladang penghasil kopra, cengkeh serta lainya dan yang paling penting adalah, demi menjaga kedaulatan NKRI sebab Kepualuan Jemaja berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga”, kata Yurnalis selaku tokoh masyarakat Desa Impol yang juga menjabat sebagai Kades.

BACA JUGA  Desa Batu Belah Kembali Pasang Baliho APBDes Tahun Anggaran 2020

Disisi lain, masyarakat Pulau Jemaja bagian Barat juga mengabarkan bahwa ada juga sumber minyak dan gas bumi di wilayah laut Jemaja Barat.

Salah satu peternakan sapi yang ada di Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur

Setelah itu, pertemuan yang sama juga dilakukan masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Jemaja. Di daerah itu sendiri terdapat 5 desa 1 kelurahan. Antusias masyarakat yang datang untuk menyampaikan informasi langsung maupun dukungan secara nyata memenuhi tenda lapangan Voli di tengah Kota Letung.

Disampaikan juga oleh Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Jemaja bahwa, terkait historis masa lalu, Pulau Jemaja pernah menjadi satu daerah pengungsian warga negara asing atau negara tetangga yang membuktikan tempat mereka merupakan daerah yang sangat dekat dan berbatasan langsung dengan negara tetangga.

“Pernah ada pengungsi yang datang dari Vietnam dengan jumlah yang berkali kali lipat dari jumlah jiwa masyarakat Pulau Jemaja. Sangking banyaknya jadi Jemaja ini sepertinya kampung mereka”, ungkapnya.

DAM Dapit yang merupakan bendungan air bersih di wilayah Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur

Tidak sampai disitu saja, tim kajian akademisi yang juga didampingin ketua serta pengurus Badan Perjuangan Pembentukan Kabupaten Kepulauan Jemaja (BP2KKJ) meninjau secara langsung lokasi pertanian (sawah), peternakan, dinasti wisata dan juga DAM tempat dimana adanya bendungan  ketersediaan air bersih.

Menyisir ke ujung Timur Kepulauan Jemaja, Tim Kajian Akademisi juga melakukan pertemuan bersama masyarakat Kecamatan Jemaja Timur guna terus menggali potensi potensi kemasyarakatan dan yang lainya di Salasa Beac resto milik salah satu warga Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur, Minggu (07/07/2024).

Ketua BP2KKJ saat menyampaikan sambutan di pertemuan bersama.masyarakat Jemaja Timur

Dikonfirmasi media ini, Tim Kajian Akademis, Dr.Bismar Arianto, S.Sos., M.Si mengatakan, selama berjalanya pertemuan untuk menggali informasi, respon masyarakat dari tiga kecamatan se Pulau Jemaja sangat baik dan terwakili, dimulai dari pemerintah desa, BPD keterwakilan perempuan, petani, nelayan, LAM, Tokoh.masyarakat, Tokoh Agama serta element lainya memiliki semangat yang sama.

BACA JUGA  Ranieri Ucapkan Selamat Tinggal pada Leicester

Dikatakanya, saat ini mereka dari Tim Kajian Akademis masih terus melakukan  pengkajian dan menganalisa dari hasil semua data yang mereka dapatkan.

“Setelah dianalisa dan dibandingkan data yang ada dan setelah kami melakukan kajian, baru bisa disimpulkan apakah daerah ini layak atau butuh ditidaklanjuti jika setelah ada hasil kajian. Nah saat ini kami masih dalam sebuah tahapan proses penelitian”,  ungkap Basri.



Terhubung dengan kami

     


Pasang Iklan Banner klik DISINI