Kades Ngaku Bingung Buat SPJ dan Minta Dibangun Akses Jalan

Dibaca: 125 x


 

Komisi II DPRD Anambas berdialog dengan Kades Batu Belah, Siswandi terkait progres pembangunan desa.
Komisi II DPRD Anambas berdialog dengan Kades Batu Belah, Siswandi terkait progres pembangunan desa.

Dari Kunjungan Monev Komisi II DPRD Anambas

BATU BELAH (Anambaspos.com) – Progres pembangunan di desa Batu Belah dan Desa Air Putih dipantau langsung oleh sejumlah Anggota DPRD Anambas. Kamis, (17/11) rombongan Komisi II DPRD Anambas turun ke dua desa itu dalam rangkaian kunjungan evaluasi dan monitoring (monev) Anggota DPRD Anambas jelang pengesahan APBD 2017 yang ditargetkan akhir bulan ini.
air-putih-3
Yulius, SH, Anggota Komisi II DPRD Anambas mengecek kondisi fisik bangunan batu miring jalan Penebung Desa Air Putih
“Progres pembangunan Anambas hingga ke tingkat desa perlu kita pantau langsung ke lapangan. Baik kegiatan yang bersumber dari APBD maupun APBN. Kita perlu data pendukung yang akurat.,”  kata Julius,  Angota Komisi II DPRD Anambas  di sela-sela kunjungan tersebut kepada Anambaspos.com.
Terkait desa, Raja Bayu F Gunadian, SE merasa lega dengan adanya dana desa (DD) tersendiri yang diplot oleh pemerintah pusat. Konisi itu meretas sekat yang kerap menyebutkan adanya dana asfirasi Anggota DPRD tertentu yang digunakan untuk membangun desa. Sehingga sering muncul istilah desa anggota DPRD tertentu. Imbasnya bajet anggaran pembangunan tidak masuk ke desa tersebut  karena bukan basis suara pemenang pemilu.
“Kita merasa lega dengan adanya ploting dana desa oleh pemerintah pusat. Kondisi itu sangat membantu Pemkab Anambas. Jadi sekarang sudah tidak ada lagi istilah desa tertentu sebagai basis pendukung Anggota DPRD pemenag pemilu. Semuanya sudah tidak bisa saling klaim, karena desa sudah punya dana tersendiri untuk  membangun desanya,” terang Bayu.
Kepala Desa Batu Belah, Siswandi dalam dialog dengan Anggota Komisi II DPRD Anambas menayampaikan progres kegiatan pembangunan di desa Batu Belah. Dalam pertemuan itu dia mengaku mengalami kebingunan dalam menyususn dokumen Laporan Pertanggungjawaban (SPJ) dikarenakan adanya informasi yang saling berbeda yang diterima oleh pihaknya.
“Ada kebingunan kami dalam menyusun SPJ. Dianataranya pada pembayaran keuangan untuk perangkat desa seperti RT, RW, Kadus dan lain-lain. Dalam panduan yang kami terima dan dapatkan sebelumnya melalui bimbingan bunyinya insentif. Tapi menurut BPMD itu dana operasional,” cerita Siswandi.
Sekretaris Komisi II DPRD Anambas, H. Dhannun foto bersama murid dan guru SD 003 Desa Air Putih.
Sekretaris Komisi II DPRD Anambas, H. Dhannun foto bersama murid dan guru SD 003 Desa Air Putih.
Semenatara itu, untuk Desa Air Putih, warganya mendesak Pemkab Anambas untuk segera membuka akses badan jalan yang refresentatif dari pusat kota desa Air Putih ke Penebung. Warga saat ini masih menggunakan transportai laut untuk datang dan pergi antara dua tempat itu.
“Saat ini yang paling prioritas untuk desa Air Putih adalah akses jalan penghubung antara sejumlah titik pemukiman penduduk. Seperti dari Air Putih ke Penebung, Air Putih Ke Etang dan Teluk Mentalib. Pokoknya jalan lingkar Pulau Bajau inilah secara keseluruhan,” pinta Azam Bazir.
Sekretaris Komisi II DPRD Anambas, H. Dhannun terkait usulan warga tersebut mengatakan bahawa pihaknya akan berupaya maksimal dalam merespon permintaan masyarakat tersebut. “ Insyalah masalah jalan akan kita uatamakan. Mudah-mudahan di APBD Murni 2017 nanti terakomodir,” terang Dhannun. (ril.ap.com)
BACA JUGA  Ke Anambas, KPK Ingatkan Kepri Rawan Korupsi


Terhubung dengan kami

     


Pasang Iklan Banner klik DISINI