Dikejar Gerombolan Anjing Liar, Seorang Bocah Terjun ke Tebing

Dibaca: 1,826 x

Suasana ketika warga sekitar mengevakuasi korban, Selasa (09/07/2024).
Penulis • Dan    Editor • Slamet   

ANAMBASPOS.COM, Jemaja – Seorang anak perempuan diperkirakan berusia 12 tahun mengalami patah tulang kaki bagian betis akibat di kejar anjing liar secara masal.

Kejadian naas itu terjadi pada hari Selasa tanggal 09 Juli 2024 sekitar jam 13 :00 Waktu Indonesia Barat.

Dari informasi yang berhasil dihimpun awak media ini, cedera yang dialami korban akibat dirinya terjun dari tebing tinggi untuk menghindari kejaran anjing liar tersebut.

Kejadian itu dibenarkan oleh Kepala Desa (Kades) Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas tentang insident yang menimpa salah satu warganya itu.

Dirinya menjelaskan kronologis kajadian hingga seorang anak perempuan tersebut harus menjalani rujukan ke Tanungpinang untuk mendapatkan perawatan medis.

Umar menceritakan, dari laporan masyarakat yang diterima, korban awalnya akan bepergian dengan berjalan kaki di sekitar jalan kampung Genting Dusun yang sedikit mendaki.

Saat sedang berjalan, kata Umar, datang segerombolan anjing liar yang tiba tiba mengejar korban.

Mendapatkam serangan itu, korban lantas mencoba untuk berlari menyelamatkan diri karena takut.

Dalam upaya penyelamatan diri ketika itu, korban sempat melihat adanya celah diantara pembatas jalan di tepi tebing tinggi dan meloncat.

“Di situlah korban mengalami patah tulang”, kata Umar.

Sementara itu, masih kata Umar, beberapa warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut lantas berupaya untuk menyelamatkan korban dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

“Saat ini korban dalam perjalanan untuk dirujuk ke salah satu rumah sakit yang berada di tanjung pinang dengan menggunakan moda transpotasi laut sebab RS di sini tidak ada yang bisa menangani pengobatan patah tulang”, terang Umar.

Dengan adanya kejadian yang mencederai seorang anak di bawah umur oleh anjing liar itu, Umar selaku Kades akan melaksanakan musyawarah bersama seluruh stakeholder tingkat desa untuk bersama-sama membahas tentang adanya binatang tidak bertuan itu agar tidak ada lagi korban korban lain yang menjadi mangsa.

BACA JUGA  Dua Rumah Sakit Tidak Ada Dokter Spesialis


Terhubung dengan kami

     


Pasang Iklan Banner klik DISINI