PON yang Banyak Masalah Akan Rusak Olahraga Nasional dan Kecewakan Atlet

Dibaca: 7 x


ponBandung – Anambaspost.com – Banyaknya masalah dan tudingan kecurangan di PON 2016 tidak boleh dibiarkan. Alih-alih mengembangkan prestasi, PON justru bisa merusak olahraga nasional dan membuat atlet terpukul mentalnya.

Demikian diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, saat datang ke Bandung untuk mengunjungi dan memberi semangat pada atlet-atlet ibukota. DKI Jakarta sejak awal menjadi kontingen yang paling vokal menyuarakan protes akan banyaknya masalah dalam gelaran PON 2016 ini.

“Kita (DKI Jakarta) tidak puas dengan pelanggaran-pelanggaran yang ada dan tidak profesionalnya sistem pertandingan dengan cara keberpihakan kepada tuan rumah,” ujar Djarot saat jumpa pers di Hotel Patra Jasa, Dago, Kota Bandung, Selasa (27/9/2016).

Berbagai kecurangan yang ditemukan selama penyelenggaraan PON disebut Djarot memengaruhi mental atlet. Hal tersebut bukan hanya terjadi pada atlet asal Jakarta, tapi juga dari daerah lain yang kecewa berat karena sesi latihan yang dilakukan berbulan-bulan dirusak oleh masalah-masalah yang ada.

“Ini buat drop atlet yang telah di kita bina selama hampir 2 sampai 3 tahun. Ini tidak adil terutama cabor-cabor yang memihak kepada tuan rumah, tentu mental para atlet akan terkena imbasnya,” kata dia.

Djarot datang ke Kota Bandung untuk memberikan dukungan kepada para atlet DKI Jakarta. Sekaligus melihat apa saja yang perlu diperbaiki dari kekurangan PON Jabar, sebagai modal pelaksanaan Asian Games 2018.

Djarot melanjutkan jika berbagai ketpusan dan kecurangan dalam pertandingan dibiarkan begitu saja, tentu akan melukai jiwa para atlet. Tidak hanya itu saja tujuan PON sebagai pencetak para atlet berprestasi tingkat nasional untuk bertanding di tingkat internasional akan hilang.

“Kalau ini terjadi terus menerus kepada kita semua, untuk PON khususnya, maka ini awal mula kehancuran dunia olahraga kita,” lanjutnya.

BACA JUGA  Sabet Sederet Juara Sepak Bola pada Beberapa Turnamen, Mekdora Gelar Syukuran

Djarot juga menyoroti banyaknya ‘transfer atlet’ antar satu provinsi dengan provinsi lain.

“Apalagi setiap Provinsi mencari jalan instant untuk menarik atlet dengan cara mengambil dari luar daerah padahal bukan hasil binaannya. Kalau untuk DKI Jakarta tentu saja melarang itu, untuk mengambil atlet yang telah dibina dari daerah asalnya,” tuturnya.

Kendati demikian dirinya tetap memberikan apresiasi kepada pihak PB PON Jawa Barat telah melaksanakan agenda rutin empat tahunan ini. Djarot berharap para atlet yang berprestasi di PON kali ini bisa melanjutkan dengan menjadi bagian dari atlet nasional untuk berkancah di panggung internasional.

“Kami tetap mengapresiasi pelaksaan PON di Jawa Barat. Ini adalah awal mula untuk kita melahirkan para atlet berprestasi bukan mengumpulkan medali sebanyak-banyaknya,” pungkasnya

Sumber : sport.detik.com



Terhubung dengan kami

     


pasang iklan banner