Resmikan RS Milik PNS Pemilik 19 Mobil di 2015, Bupati: Terima Kasih Pak Rohadi

Dibaca: 67 x


pns-korupsiAnambaspost.com – Jakarta – Rohadi kini menghuni sel tahanan KPK karena tertangkap tangan menerima suap dalam rekayasa Saipul Jamil. Dari penangkapan itu, KPK membongkar aset fantastis milik PNS Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) itu.

Berdasarkan catatan detikcom, Kamis (22/9/2016), salah satu aset yang dimiliki Rohadi adalah RS Reysa yang berada di Kecamatan Cikedung, Indramayu, Jawa Barat. RS itu diresmikan secara meriah oleh Bupati Indramayu, Anna Sophana pada Oktober 2015.

Hadir dalam peresmian itu seluruh unsur Muspida Indramayu serta suami Anna yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Yance.

“Saya ucapkan banya terima kasih buat Pak Rohadi yanng sudah sangat peduli kepada masyarakat Indramayu sehingga Rumah Sakit ini sangat bermanfaat di tengah-tengah perkampungan,” ujar Anna sebagaimana dikutip dari youtube.

RS Reysa terletak di tengah perkampungan dan cukup jauh aksesnya dari pusat kota. Peresmian diawali dengan upacara di tanah kosong rumah sakit yang rencananya akan dijadikan proyek real estate. Setelah itu, Anna yang memakai baju resmi bupati menggunting pita di gapura gaya Bali itu.

“Sampai saat ini (pemerintah kabupaten) tidak mengeluarkan subsidi apaa-apa. Ini murni milik swasta. Ini betul-betul milik masyarakat asli Indramayu yang sudah berhasil di pusat (Rohadi-red), kemudian peduli dengan keadaan masyarakat di Indramayu yang selama ini baru memiliki 2 Rumah Sakit,” ucap Anna.

Rohadi merupakan pria kelahiran Indramayu yang dari SD hingga SMA besar di Indramayu. Selepas SMA, Rohadi bekerja menjadi sipir penjara di Rutan Salemba dan setelah itu itu menjadi pegawai di PN Jakut. Sambil bekerja, Rohadi menyelesaikan S1 dan S2 sehingga menggondol gelar Sarjana Hukum dan Master Hukum.

BACA JUGA  Investor Tiongkok Ingin Berinvestasi di Bumi Berazam

“Pada kesempatan berbahagia ini tentu saja saya menyampaikan apresiasi dengan harapan rumah sakit ini masyarakat lebih terbantu,” ucap Anna.

Asal-usul kekayaan Rohadi mulai terbongkar saat ia ditangkap KPK sedang menerima suap dari pengacara Saipul Jamil yang bernama Berthanatalia.

“Sumpah, baru pertama kali,” kata Rohadi membela diri bahwa dirinya baru pertama kali menerima suap.

Ternyata, kekayaan Rohadi tercium didapat dari hasil yang tak wajar, termasuk rumah sakit itu. Selain memiliki rumah sakit, ia juga memiliki proyek real estate, hotel, 19 mobil dan tinggal di dua rumah di The Royal Residence, Pulo Gebang, Jakarta Timur.

“Ada 19 mobil. Ada yang dititipkan di rumah saudara-saudaranya, ada yang dipinjam dan ada yang dipakai anaknya,” ujar sopir Rohadi, Koko membenarkan kekayaan fantastis majikannya.

Penyidikan KPK juga mengungkap RS Reysa ternyata illegal. Saat diresmikan pada Oktober 2015 itu, RS Reysa belum mendapatkan izin dari Dinas Kesehatan Pemkab Indramayu.

“Operasional ini kan sudah sejak lama. Di bulan Januari 2006 kami tegur karena memang sudah ada data pasien yang dilayani,” kata Kadis Kesehatan Indramayu Dedi Rohendi usai diperiksa KPK.

Nah, atas kejanggalan operasional RS itu, KPK telah memeriksa Anna awal pekan ini. Ia diperiksa KPK lebih dari 9 jam. Diduga pemeriksaan itu terkait adanya gratifikasi yang diterima Anna di balik peresmian RS itu.

“Tanya penyidik ya,” kata Anna usai diperiksa KPK.

Dengan gaji PNS Rp 8 jutaan per bulan, dari manakah harta melimpah Rohadi itu?

Sumber : www.detik.com



Terhubung dengan kami

     


pasang iklan banner