Diduga Punya Riwayat Jantungan, Ibu ini Pingsan Ketika Kapal Yang Ditumpangi Dihantam Gelombang

Dibaca: 51 x


f. Istimewa. Penumpang yang pingsan saat dievakuasi
Salah seorang penumpang kapal ferry VOC. Batavia tujuan Tarempa, Anambas mendadak tidak sadarkan diri sedang dievakuasi oleh beberapa orang untuk mendapatkan pertolongan. (Foto: Istimewa/ Red AP)

 

ANAMBASPOST.COM, ANAMBAS – Tak biasanya kapal cepat ferry VOC. Batavia dengan rute Tanjungpinang-Anambas mengalami keterlambatan tiba di pelabuhan Tarempa, Anambas, Senin (01/02) malam tadi. Biasanya kapal tersebut hanya memakan waktu tempuh sekitar sembilan jam perjalanan dari Tanjungpinang menuju Letung dan Tarempa, Anambas.

Pantauan media ini dilapangangan diketahui, kapal ferry tersebut tiba di Tarempa sekitar pukul 20:00 Wib. Lambat sekitar empat jam dari jadwal biasanya. Saat ditelusuri oleh media ini diketahui, kapal cepat tersebut mengalami insiden dikarenakan, ada salah seorang penumpang Ferry VOC. Batavia tersebut mendadak pingsan dan harus segera mendapatkan perawatan dari tim medis. Akibatnya kapal yang sudah belayar selama dua jam perjalanan tersebut putar arah lagi menuju Tanjungpinang.

“Ada penumpang yang pingsan tadi bang, itu makanya lambat tiba di Tarempa. Padahal kapal sudah jalan dua jam berlayar menuju Letung, Kecamatan Jemaja, Anambas. Dan dibawa lagi ke Pinang (Tanjungpinang-red) untuk memberikan perawatan kepada penumpang yang pingsan tersebut,” ungkap Dian yang juga merupakan salahsatu penumpang ferry cepat tersebut, Senin (01/02/2016) malam tadi.

Lanjut Dian menceritakan, saat kapal feri tersebut mau berlayar Senin (01/02) sekitar pukul 07:00 Wib dari pelabuhan Sri Bintan, Tanjungpinang suasana masih normal. Namun, setelah kapal tersebut berlayar sekitar dua jam berlayar dan sudah memasuki laut lepas, tiba-tiba salah seorang penumpang tidak sadarkan diri.

“Sepertinya ibu-ibu, saat tidak sadarkan diri, suasana didalam kapal mulai berubah jadi panik oleh penumpang lainnya. Melihat hal itu, para penumpang lainnya mengarahkan pihak kapal untuk mengambil tindakan dan pihak kapal pun langsung kembali kepelabuhan terdekat yakni pelabuhan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri,” ungkap Dian saat menceritakan kejadian tersebut.

BACA JUGA  Desmon Minta Aparat Hukum Berantas Mafia Tanah

Saat ditanya secara pasti, apa penyebab pingsanya ibu tersebut, dirinya tidak mengetahui secara pasti. Namun dirinya menduga, ibu tersebut mempunyai riwayat sakit jantung. Pasalnya, saat kapal dihantam gelombang tinggi dirinya kelihatan panik dan pingsan.

“Tidak tahu pasti pula kami kami bang, apa penyebabnya ibu tersebut pingsan. Tapi kalo saya duga, mukin ada riwayat sakit jangtung, soalnya pas kapal dihantam gelombang ibu tersebut kelihatan panik” bebernya.

Setibanya kapal di pelabuhan Tanjung Uban dan merapat ke dermaga, mobil ambulance dari RSUP sudah standby menunggu untuk mengevakuasi penumpang yang pingsan trsebut.

“Selain mengevakuasi penumpang pingsan tersebut, ada juga terlihat sekitar 10 orang penumpang lainya yang tidak ikut berlayar menuju Anambas. Mukin mereka punya pertimbangan lain kali bang. Dan akhirnya kapal diberangkatkan lagi pada sekitar pukul 11:15 Wib menuju Letung, Kecamatan Jemaja dan Tarempa, Anambas,” tukasnya.

Sementara itu, Kapten kapal ferry VOC. Batavia, Dani saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Selain ada penumpang yang pingsan, faktor lain yang membuat kapal terlambat sampai ke Tarempa disebabkan angin kencang disertai gelombang yang tinggi.

“Iya, ada penumpang yang pingsan tadi sehingga kita putar arah. Gelombang juga tinggi. Mengingat keselamatan penumpang, pihak kita tidak berani membawa kapal dengan kecepatan maksimum. Kapal hanya melaju dengan kecepatan minimum saja,”katanya.

Sementara itu, realese yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas III Tarempa membenarkan adanya gelombang tinggi disertai angin kencang yang melanda perairan Anambas pada, Senin (1/2).

“Untuk hari ini tinggi gelombang dan kecepatan angin sama dengan hari kemarin yakni tinggi gelombang berkisar antara 1,25-2,0 meter. Dan untuk kecepatan angin berkisar 12-40 km/jam,” tutur salahsatu staf yang ada di BMKG Tarempa, Selasa (02/02/2016). (Sal)

BACA JUGA  Kementerian Kesehatan Sebut Total 269 Kasus Gagal Ginjal Akut


Terhubung dengan kami

     


pasang iklan banner