Anambas, Berita   -

Nekat, KJJ Masih Lakukan Pertemuan Dengan Warga

Dibaca: 13 x


Salahsatu Tokoh Pemuda Anambas, Asril Masbah
Salahsatu Tokoh Pemuda Anambas, Asril Masbah. (Foto: Faisal)

ANAMBASPOST.COM, SIANTAN – PT. Kartika Jemaja Jaya (KJJ) tetap ingin melakukan kegiatannya di Letung, Kecamatan Jemaja. Terbukti, walaupun DPRD Anambas sudah mengeluarkan surat rekomendasi pemberhentian sementara, namun perusahaan tersebut masih saja melakukan pertemuan dengan beberapa orang yang mengaku perwakilan warga Jemaja di Tanjungpinang beberapa waktu lalu.

Atas pertemuan tersebut, salahsatu tokoh Pemuda Anambas asli Jemaja, Asril Masbah menilai perusahaan tersebut tidak konsekuen karena tidak mengindahkan rekomendasi dari dewan.

Lanjut Asril menyebutkan, seharusnya hal ini harus ada tindakan tegas dari Pemkab Anambas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Rekomendasi DPRD penghentian operasional sudah keluar, tapi kenapa pihak perusahaan masih melakukan pertemuan dengan oknum tertentu (Perwakilan warga Jemaja tadi-red), Ini seharusnya disikapi, karena tidak tertutup kemungkinan adanya bentrok antara yang pro dan yang kontra,” ujar Asril kepada sejumlah pewarta, Selasa (03/11/2015).

Asril menjelaskan, sebenarnya warga Jemaja bukan anti dengan investasi, namun perlu diperhatikan investasi yang memiliki potensi kedepan yang dapat mendongkrak ekonomi masyarakat seperti investasi pariwisata, kelautan dan industri galangan kapal pasti didukung oleh masyarakat khususnya Jemaja. Namun jangan investasi semacam penebangan hutan. Ini dampaknya merusak, kedepannya akan membuat kekeringan dan warga Jemaja juga yang akan menerima imbasnya.

“Perlu kami tegaskan, kami itu tidak anti dengan investasi. Tapi kita harus lihat dulu investasi yang bagaimana, kalau lebih banyak mudaratnya untuk apa. Tapi jika memang investasi untuk memajukan daerah dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kenapa tidak. Kami pasti mendukung sepenuhnya,” jelasnya.

Sementara itu perwakilan PT KJJ, Danu saat dikonfirmasi oleh media mengatakan, jika pihaknya hanya menerima aspirasi dari warga Jemaja yang datang kekantornya. Sebagai tuan rumah jika ada orang datang pasti diterima dan PT KJJ tidak pernah mengundang.

BACA JUGA  Warga Desa Mampok Terima Sembako dari Medco Energi dan BLT dari Pemdes Mampok.

“Ini kan aspirasi masyarakat Jemaja. Jadi wajar pihak kita merima mereka, karena mereka datang jauh-jauh. Sebagai perusahaan yang akan beroperasi disana, wajar kan menampung aspirasi masyarakat,” ujar Danu saat dikonfirmasi via selular oleh media, Senin (02/11/2015) kemarin.

Saat disinggung dengan adanya rekomendasi DPRD Anambas tentang pemberhentian sementara operasional, dirinya menyebutkan sampai saat ini pihak perusahaan belum menerima arahan dari Bupati Anambas.

“Itukan rekomendasi DPRD kepada pemkab Anambas, sampai saat ini kami belum ada menerima surat dari bupati Anambas,” bebernya.

Sebelumnya, DPRD Anambas mengeluarkan surat rekomendasi kepada Pemkab Anambas untuk melakukan penghentian sementara operasional PT. KJJ. Hal ini untuk menjaga kondusifitas saat pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah yang akan berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia pada 9 Desember mendatang.

“Sesuai dengan tugas dan fungsi, DPRD telah mengambil sikap. Secara intitusi telah mengeluarkan rekomendasi kepada Pemkab Anambas agar menghentikan sementara seluruh kegiatan PT KJJ baik secara administrasi maupun secara teknis. Namun tergantung dari Pemkab saja lagi untuk mengambil keputusan,” ungkap Ketua DPRD Anambas, Imran kepada sejumlah wartawan, Selasa (20/10/2015) lalu, usai rapat dengar pendapat dengan Distanhut Anambas. (Sal)

 

Editor : Faisal



Terhubung dengan kami

     


pasang iklan banner