30 Ribu Tukik Dilepas dan 13 Ribu Pohon Bakau Ditanam

Dibaca: 8 x


Premier Oil Terima Piagam Pengharaan dari Pemkab Anambas

 

Saat berlangsungnya pelepasan tukik di Pantai Pulau Pahat

 

Laporan : Asril Masbah

TAREMPA, ANAMBASPOS.com – Premier Oil terus menunjukan eksistensi kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan hidup di Kepulauan Anambas. Pada Rabu, (26/04/2017) bertempat di dua lokasi yang berbeda yakni di Pulau Pahat dan Desa Temburun, pihak Manajemen Premier Oil kembali melepas tukik  ke laut dan menanam pohon mangrove (Bakau,red) di Desa Temburun.

Didampingi sejumlah jajaran Manajemen diantaranya, Senior Manager GA Buyung Heru Satria. Manager HSE M. Shobirin, Manajer CI Awalus Sadeq, perwakilan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anamabs, beserta Kelompok Masyarakat, Presiden Premier Oil, Garry Selbie  memimpin langsung kegiatan tersebut.

Presiden Premier Oil didampingi jajaran Manajemen bersama Pemkab Anambas dan Kelompok Masyarakat saat melakukan penanaman bibit Pohon Bakau di Desa Temburun

Kegiatan itu-pun sudah menjadi angenda rutin setiap tahunnya oleh Premier Oil sejak beberapa tahun belakangan, terhitung dari tahun 2014. Hingga saat ini sudah  30 ribu ekor tukik yang telah dilepaskan ke laut dan 13 ribu pohon mangrove yang telah ditanam di atas lahan satu hektar di Kepulauan Anambas. Kegiatan tersebut akan terus berlanjut pada setiap tahunnya.

Saat berada di pulau Pahat beberapa saat sebelum kegiatan pelepasan anak penyu secara simbolis dilakukan,  Presiden Premier Oil, Garry Selbie menyampaikan bahwa untuk bidang lingkungan hidup saat ini pihaknya fokus pada kegiatan pelestarian penyu dan hutan mangrove. Hal tersebut dikarenakan dua ekologi itu sedang mengalami eksploitasi secara terus menerus dan terancam punah.

“Kita perlu melakukan pelestarian penyu karena merupakan habitat yang terancam punah jika tidak dilakukan pelestarian. Kita mengetahui spesies penyu hijau sangat cantik dan menarik dan dilindungi oleh  dunia. Banyak oknum menangkap dan menjualnya di perairan Natuna.  Jika tidak dilakukan penangkaran dan dijaga akan terncam punah,” ujarnya.

BACA JUGA  Sparians on Form

Begitu juga hutan bakau. Sebut Garry,  perlu dilestarikan dengan cara menanam kembali dan tidak menebang sembarangan. Hal ini juga memperhatikan arahan dari Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya baru-baru ini bahwa hutan mangrouf harus dijaga dengan baik.

Presiden Premier Oil, Garry Selbie menerima Piagam Penghargaan dari Pemkab Anambas yang diserahkan oleh Meltyani dari DishubLH Anambas atas kepeduliain pihak perusahaan terhadap Pelestarian Penyu dan hutan Bakau di Kepulauan Anambas

“Hutan mangrove itu dapat menjaga pantai dari abrasi. Selain itu sangat menarik sebagai ekowista.Serta merupakan tempat ikan, kepiting yang dapat bernilai ekonomis bagi keberlangsungan hidup nelayan,” kata Garry lagi.

Terkait aksi peduli lingkungan hidup tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas memberikan apresiasi kepada Premier Oil. Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris, SH memberikan piagam penghargaan kepada pihak manajemen Premier Oil yang telah melakukan pelestarian penyu dan hutan mangrove tersebut. Piagam penghargaan diserahkan oleh Ibuk Meltyani Syahrizal dari Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (DishubLH) Anambas, mewakili Bupati pada acara pelepasan tukik di Pulau Pahat.

“Pemkab Anambas menyambut baik dan menyampaikan apresiasi kepada pihak Premier Oil atas kegiatan peduli terhadap kelestarian penyu dan hutan mangrove di Kepualuan Anambas. Dengan harapan tentu kegiatan ini dapat berkelanjutan,” kata Meltyani.



Terhubung dengan kami

     


pasang iklan banner