Cetak Sejarah, Leicester Melaju Ke Babak 16 Besar Liga Champions

Dibaca: 65 x


Kemenangan atas Club Brugge mengantarkan Leicester menempati puncak klasemen Grup G dengan mengantongi 13 angka dari lima laga.
Kemenangan atas Club Brugge mengantarkan Leicester menempati puncak klasemen Grup G dengan mengantongi 13 angka dari lima laga. (Foto:Net/Red AP)

 

ANAMBASPOS.COM, OLAHRAGA – Sejatinya hanya memerlukan satu angka di Grup G untuk mendapat tiket ke babak 16 besar. Akan tetapi, anak-anak asuhan Claudio Ranieri itu justru merebut tiga poin saat bermain di hadapan ribuan pendukung mereka di Stadion King Power.

Kemenangan Leicester diraih berkat gol Shinji Okazaki pada menit ke-5 serta gol Riyad Mahrez dari titik putih pada menit ke-30. Satu-satunya gol balasan tim tamu dicetak Jose Izquierdo pada menit ke-52.

Hasil itu mengantarkan Leicester menempati puncak klasemen Grup G dengan mengantongi 13 angka dari lima laga. Tim Inggris lainnya yang mampu menembus babak 16 besar adalah Arsenal di Grup A.

Bagi para pemain Leicester, seperti kapten Wes Morgan, raihan tersebut adalah prestasi luar biasa mengingat posisi mereka di Liga Primer hanya berjarak dua poin dari zona degradasi, hasil dari tiga kemenangan, tiga imbang, dan enam kekalahan.

“Berada di posisi teratas grup Liga Champions, untuk klub seperti Leicester, adalah pencapaian dahsyat. Hasil ini lebih baik dari yang kami bisa bayangkan,” kata Morgan.

Sebelum Liga Champions musim ini, Leicester City pernah tiga kali berlaga di kompetisi Eropa, yakni pada musim 1961-1962, musim 1997-1998, dan 2000-2001. Dari tiga kesempatan itu, Leicester tidak pernah beranjak dari putaran pertama. Satu-satunya prestasi adalah mengalahkan klub Irlandia Utara, Glenavon, saat babak praputaran Piala Winners’ musim 1961-1962.

Setelah menjadi juara Grup G dalam Liga Champions musim ini, penentuan lawan Leicester pada babak 16 besar akan ditentukan dalam undian, 12 Desember mendatang.

BACA JUGA  Juergen Klopp: Liverpool Punya Kualitas

Di awal Liga Pimer musim lalu, Leicester dianggap mustahil menjadi juara, dan di pasartaruhan hanya dijagokan dengan peluang 50-1, sebelum akhirnya menciptakan keajaiban langka denngan meraih gelar juara. Di Liga Champions musim ini, peluang juara Leicester juga dianggap amat rendah, dengan kemungkinan 50-1 juga. Apakah Leicester akan menciptakan kejaiban kedua? (Red AP)



Terhubung dengan kami

     


pasang iklan banner